VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Menang Berkat Skenario Darurat PDF Print
Thursday, 11 March 2010
BANDUNG (SI) – Menang 2-1 atas Bontang FC tak boleh membuat Persib Bandung terlena.Masih banyak kelemahan menganga yang harus diperbaiki sebelum menjamu pemuncak klasemen Arema Indonesia.


Maung Bandung memang sempat dibuat shock ketika tim tamu mencetak gol saat laga baru berjalan satu menit. Imbasnya,skenario dan strategi yang disiapkan sebelum laga terlihat berantakan. Permainan taktis yang diinstruksikan jajaran pelatih tidak berjalan efektif. Sangat terlihat Maung Bandungtampil terburu-buru. Asisten Pelatih Yusuf Bachtiar tak menampik penilaian ini. Menurut dia, permainan taktis baru bisa dipraktikkan jika para pemain bisa tampil tenang. ’’Makanya, akan kami evaluasi saat latihan, sore ini,” kata Yusuf setelah pertandingan.

Legendaris Persib ini menambahkan, saat melawan Singo Edan–– julukan Arema––pola permainan asli Persib bisa kembali. Sebab, pada babak kedua laga, kemarin sore, dia melihat anak asuhnya hanya tampil dengan motivasi tinggi.Namun dari pola kerja sama,sudah tidak berbentuk. ’’Positifnya, ini menunjukkan bahwa motivasi untuk menang menjadi faktor penentu.Tapi,kami tidak bisa terus tampil seperti ini karena pemain akan kelelahan. Makanya,serangan taktis satu dua sentuhan akan kami asah lagi pada dua kali latihan nanti,”tuturnya.

Tertinggal 0-1 lewat gol cepat Kenji Adachihara pada menit kesatu membuat anak-anak Kota Kembang ini bangkit. Namun, hingga babak pertama usai, skor tidak berubah. Bahkan, 20 menit babak kedua berjalan,Persib masih tertinggal. Beruntung reaksi positif diberikan Persib.Arsitek Jaya Hartono kemudian mengambil keputusan berani dengan mengganti Maman Abdurahman dengan Airlangga Sucipto.Kehadiran empat striker di depan membuat serangan Persib tak henti menggempur pertahanan Laskar Bukit Tursina. Namun, Yusuf menegaskan, menurunkan empat penyerang hanya dilakukan jika keadaan darurat. Sementara saat melawan sang pemegang puncak klasemen sementara Djarum Indonesia Super League (DISL),Arema,permainan taktis harus benar-benar dipraktekkan sejak awal.

Yusuf berharap anak-anak Persib bisa belajar banyak dari laga kemarin sore.Apalagi, dia menilai Arema adalah tim dengan motivasi luar biasa.Selama ini rekor tandang Singo Edan bisa dikatakan yang terbaik. Maka itu, dia meminta kewaspadaan penuh dari semua lini. Jaya menyatakan laga melawan Arema diakui akan terasa berat dan penuh tekanan. Dengan banyaknya pemain muda, membuat Arema tampil dengan motivasi yang begitu besar.Alhasil, tim asuhan Robert Rene Albert tersebut bisa tampil gemilang.Apalagi, anak asuhnya hanya memiliki waktu recoverydua hari. ’’Makanya dengan waktu yang sempit ini,kami minta para pemain jaga kondisi. Soal strategi, nanti akan kami mantapkan pada dua kali latihan.

Harus diakui efektifnya hanya satu kali latihan.Sebab, sore besok (hari ini) akan dimanfaatkan untuk peregangan saja,”ujarnya. Sementara soal laga melawan Bontang FC diakui belum maksimal. Selain karena tergesa-gesa, Jaya menilai kondisi lapangan yang licin menjadi penyebab strateginya tidak berjalan efektif. Bahkan, menempatkan empat penyerang sekaligus diakui Jaya juga merupakan jalan darurat agar bisa mengejar ketinggalan. Persib bisa menang lewat dua bola mati melalui tendangan sudut.

Pertama,melalui Cristian Gonzales pada menit ke-74 memanfaatkan corner Eka.Kedua, sepak pojok Satoshi Otomo pada menit ke-83 juga berhasil dimanfaatkan Hilton Moreira. (raka zaipul)