VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Ratusan TKI Berhasil Diadvokasi PDF Print
Thursday, 11 March 2010
SOLO (SI) – Sebanyak 476 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang berangkat melalui terminal TKI Bandara Adi Soemarmo Solo telah mendapat penanganan dari Balai Pelayanan,Penempatan,dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah selama 2009.

Sementara, jumlah TKI yang berangkat pada tahun itu turun sekitar 7.000 orang dibandingkan 2008 yang mencapai 33.000 orang. Kepala BP3TKI Jawa Tengah, AB Rachman mengungkapkan, ratusan kasus yang telah ditangani tersebut terdiri dari berbagai jenis persoalan,di antaranya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, pengemplangan gaji oleh bosnya, sakit, dan meninggal dunia.

”Dari jumlah yang telah kita tangani,mayoritas akhirnya persoalan yang melilit mereka dapat terselesaikan,” ungkapnya di sela-sela kunjungan kerja (kunker) rombongan Komisi IX DPR di terminal TKI Bandara Adi Soemarmo Solo,kemarin. Meski demikian, penanganan kasus bukan berarti tanpa menuai hambatan, terutama menyangkut PHK sepihak oleh perusahaan atau majikan yang mempekerjakan mereka.

Menurut dia,kasus semacam ini sulit diselesaikan apabila perusahaan tempatnya bekerja telah pindah. Sedangkan,bagi TKI yang tidak digaji,maka mereka akan dibantu kepulangannya hingga kampung halaman. Sementara, untuk TKI yang sakit, pihaknya bekerjasama dengan pihak TNI Angkatan Udara (AU).Para TKI yang sakit tersebut, dibawa ke rumah sakit TNIAU guna menjalani perawatan.

Menurut dia, penanganan kasus ini bisa berjalan lebih baik semenjak pihaknya terlibat. Sebab, pada waktu sebelumnya, para TKI yang pulang dari luar negeri biasanya langsung menuju daerah asalnya tanpa mengadukan masalah yang dihadapi, sehingga kasusnya tak tertangani.

Pts Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo,Djoko Santoso menuturkan, hingga saat ini jumlah penerbangan ke luar negeri dari bandara tersebut masih stagnan. ”Baru ada dua,Silk Air ke Singapura dan Air Asia ke Malaysia,”urainya. (fefy dwi haryanto)

 
coverjateng