VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Persela Gerah,Widodo Terancam Didepak PDF Print
Thursday, 11 March 2010
LAMONGAN (SI). Hasil buruk dalam enam laga putaran kedua membuat manajemen Persela Lamongan gerah. Posisi Pelatih Widodo C Putra yang sebelumnya sempat aman, kini mulai terancam.


Rumor bakal didepaknya Widodo muncul setelah manajemen Laskar Joko Tingkir sedang mengevaluasi kinerja mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu. “Kita sekarang sedang melakukan evaluasi termasuk pelatih.Kondisi seperti ini tidak bisa kita biarkan harus cari solusi yang terbaik, “ ujar Ketua Tim Pembentukan Persela Yurohnur Efendi,kemarin. Dari enam laga,Persela hanya meraih lima nilai hasil sekali menang, dua kali imbang dan tiga kali kalah. Ironisnya, dua kekalahan dari Persipura Jayapura (1-3) dan Persiba Balikpapan (0-1) serta hasil imbang melawan Persijap Jepara (2-2) dan terakhir menghadapi PSM Makassar (0-0),terjadi di kandang sendiri,Stadion Surajaya.

Saat kalah melawan Persiba, Manajer Persela Masfuk terlihat masih bersabar dengan mengatakan timnya hanya kurang beruntung. Namun ketika kembali gagal menang dari PSM, pria yang menjabat bupati Lamongan itu pergi sebelum pertandingan usai. Dia hanya melambaikan tangan ke arah penonton yang tengah meneriakkan tuntutan agar manajemen segera mengusur Widodo dari kursi pelatih. Meski masih dalam tahap evaluasi, ancaman Widodo bakal terdepak bisa menjadi kenyataan karena saat ini sudah ada sosok Harry Tjong di ruang ganti Persela saat menghadapi PSM. Kabarnya kehadiran Harry hanya sebatas bakal menjadi direktur teknis mendampingi Widodo.“Kita masih penjajakan.Belum ada keputusan, “ ujar Yurohnur.

Jika melihat performa Persela yang memburuk di puataran kedua, salah satunya memang akibat keputusan blunder Widodo yang merekomendasikan merekut striker Franco Hitta sebagai pengganti Varney Pas Boakay. Meski kemampuan Hitta diragukan karena cedera, namun saat itu Widodo ngotot dan bisa menjamin kualitas mantan pemain Arema itu bisa diandalkan. Tapi kenyataannya, dalam enam kali laga, Hitta tidak menunjukkan konstribusi nyata terhadap ketajaman lini depan. Sebaliknya, pemain asal Argentina itu justru tidak pernah bermain selama 90 menit penuh.

Bahkan, saat melawan PSM,Hita sudah harus ditandu keluar di paruh babak pertama karena cederanya kambuh. Menghadapi posisinya yang terancam,Widodo sebelumnya sudah menyatakan siap dengan apapun keputusan manajemen, termasuk jika dirinya dipecat. “Saya bertanggung jawab dengan tim ini. Saya profesional dan siap jika memang diganti,“ tandasnya. (rachmad tomy)