VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Memperdalam Astronomi,Temukan Lubang Hitam di Tengah Galaksi PDF Print
Thursday, 11 March 2010
Saat masih kecil,Andrea Mia Ghez punya banyak pertanyaan tentang alam semesta.Kini,dia sanggup menjawab semua itu lewat proyek penelitian perbintangan yang dipimpinnya.


ANDREA kecil tidak suka ilmu hitung. Dia lebih senang menari balet daripada harus mengerjakan tugas matematika. Cita-cita Andrea bukan menjadi peneliti perbintangan, melainkan penari balet profesional.Saat beranjak dewasa, pola pikirnya berubah. Dia mulai menyukai ilmu hitung.

Setiap hari dia membuka buku matematika dan fisika.Dia mempelajari rumus fisika.Andrea berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan yang diuraikan dalam buku. Ketika hari mulai gelap, dia akan menutup buku dan melakukan kebiasaan yang dia lakoni sejak masih kecil. Andrea membuka jendela kamar dan melihat gugusan bintang. Dia punya banyak pertanyaan tentang alam semesta. Namun dia tidak tahu mesti bertanya kepada siapa? Semakin dewasa, pertanyaan ini kian memenuhi otaknya. “Alam semesta adalah sesuatu yang misterius. Itulah yang membuat alam semesta semakin menakjubkan,”paparnya.

Selama bertahun-tahun, Andrea terus berkutat dengan angka. Dia tidak pernah lepas dari rumus matematika dan teori fisika. Ketika orang lain menganggap matematika dan fisika sebagai ilmu yang rumit, Andrea justru berusaha memperdalam kajian dua ilmu eksak tersebut. Dia memperdalam matematika dan fisika saat kuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT).Andrea berhasil meraih gelar bachelor of science dari MIT pada 1987. Lima tahun kemudian, perempuan yang besar di Chicago, AS, ini meraih gelar PhD dari California Institute of Technology. Setelah menamatkan pendidikan perguruan tinggi, Andrea bergabung dengan Departemen Fisika dan Astronomi University of California, Los Angeles (UCLA).

Dia dikenal sebagai peneliti yang cermat. Andrea sanggup mengamati berbagai objek yang tertampil lewat gambar inframerah saat meneliti objek.Dia dikenal sebagai astronomer yang berdedikasi tinggi. Perempuan berkaca mata ini disebut-sebut sebagai salah satu pemimpin terbaik dalam proyek penelitian astrofisika. Penelitian Andrea terfokus pada satu kerangka besar, yaitu alam semesta. Dia mengamati pergerakan benda langit yang berdekatan dengan Galaksi Bima Sakti.Andrea meneliti tata surya dan meneropong konstelasi (gugusan bintang) dan terus mempelajari misteri Ledakan Besar (Big Bang) yang mengawali terbentuknya formasi galaksi.

Pekerjaan sebagai peneliti perbintangan bukan hal yang mudah. Andrea dan timnya mesti menelusuri penemuan yang pernah dilakukan ilmuwan pendahulu.Dia harus menemukan korelasi logis antara penemuan sebelumnya dengan perkembangan alam semesta terkini. Hasil penemuan Andrea kerap mendapat kritik dan penolakan. Namun dia tidak pernah mundur. Kritik dan penolakan dijadikan medium untuk mengevaluasi dan memperbaiki perangkat dan teori yang dia gunakan. Hasil penelitian yang paling mengejutkan adalah keberadaan lubang hitam (black hole)di tengahtengah galaksi Bima Sakti. Massanya empat kali lebih berat dibandingkan matahari.

Hipotesis Andrea tidak diterima langsung oleh ilmuwan lain. Dia harus bisa menjelaskan beberapa pertanyaan mendasar yang diajukan rekanrekannya. Mereka mempertanyakan bukti yang menunjukkan bahwa lubang hitam benar-benar ada. Ilmuwan sempat meragukan ukuran massa lubang hitam. Mereka meminta Andrea meyakinkan bahwa lubang hitam adalah salah satu bagian evolusi galaksi.“Saya suka dengan pertanyaan Anda,” ucap Andrea mengawali jawabannya. Dia senang ketika orang berpikir skeptis dan kritis.Andrea senang jika hasil penemuannya tidak diterima secara mentah, melainkan didahului dengan perdebatan yang logis.“Saya senang saat orang lain mulai berpikir tentang sebuah pertanyaan besar,” paparnya.

Andrea bisa menjawab semua pertanyaan ilmuwan dengan bukti dan data berupa angka, gambar, serta grafis. Menurut Andrea, perdebatan tentang alam semesta tidak pernah ada habisnya.“Karena alam semesta adalah hunian yang menakjubkan,” ujarnya. Andrea senang jika diajak berdiskusi tentang kemungkinan yang bisa terjadi di semesta. Dia senang jika seorang anak datang kepadanya dan bertanya tentang benda langit. “Mereka (anak-anak) seperti Andrea kecil,” paparnya. Dia teringat Andrea kecil yang senang melihat gugusan bintang. Dia bersyukur karena memiliki orang tua yang demokratis.Orang tuanya selalu membebaskan Andrea untuk memilih. Kepercayaan Andrea terhadap bidang yang dia geluti menuai hasil.

Dia berhasil meraih beberapa penghargaan. Pada 1994, Andrea meraih Annie J. Cannon Award untuk kategori astronomi. Dua tahun berikutnya, dia dianugerahi penghargaan Packard Fellowship. Pada 1998,Andrea mendapat penghargaan dari American Astronomical Society, yaitu Newton Lacy Pierce Prizedalam bidang astronomi. (anastasia ika)