|
||||||||||||||||||
| TDL Disesuaikan Daya Beli |
|
|
| Thursday, 11 March 2010 | |
![]() DISESUAIKAN Petugas memperbaiki jaringan listrik di kawasan Jakarta Selatan kemarin. Besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) akan disesuaiakan dengan daya beli masyarakat. Persentase kenaikan 15% yang diusulkan pemerintah hanya angka rata-rata. JAKARTA(SI) – Besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Persentase 15% yang sebelumnya diusulkan pemerintah merupakan angka rata-rata kenaikan. “Jadi kelompok masyarakat mana yang berdaya beli baik, mungkin kenaikannya bisa lebih tinggi; yang daya belinya rendah nanti kenaikannya lebih kecil,” kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J Purwono di Jakarta kemarin. Dia menuturkan, pemerintah masih melakukan kajian besaran kenaikan TDL sebelum usulan tersebut disampaikan kepada DPR pada April nanti. Dari kajian itu baru akan ditentukan besarannya. Selain berkonsultasi dengan parlemen, pemerintah juga akan meminta masukan dari berbagai perwakilan elemen masyarakat. Salah satunya adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). “Kami akan minta pertimbangan dari berbagai pihak yang mewakili konsumen.Tentu apakah asosiasi perusahaan untuk konsumen besar atau untuk mewakili konsumen kecil,”tuturnya. Sementara itu, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menjelaskan, pemerintah akan membahas masalah TDL dengan DPR.Intinya kenaikan TDL sesuai dengan prinsip keekonomian. “Supaya PLN kita berkemampuan dan sehat. Tapi kita juga harus melihat kemampuan kelompok rumah tangga yang tidak mampu,”katanya. Pengurus harian YLKI Sudaryatmo mengaku belum dimintai masukan tentang TDL oleh pemerintah. Dia baru tahu masalah kenaikan TDL dari media massa. Namun, struktur konsumen memang beragam. “Untuk pelanggan dengan daya terpasang di atas 6.600 va (R3) masih bisa naik 15%.Kalau pelanggan R1 dan R2 tidak bisa 15%,” katanya saat dihubungi kemarin. Sudaryatmo berharap,kenaikan TDL juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan PLN kepada pelanggan. Apabila PLN tidak dapat mempertahankan mutu pelayanan, konsumen bisa meminta kompensasi. “ Dari sisi konsumen,tarif berbandinglurusdenganpelayanan. Jadi konsumen berhak mendapatkan pelayanan sesuai tarif,”paparnya. Anggota Komisi VII DPR Romahurmuziy menilai, pemerintah tidak bisa serta-merta menaikkan TDL. Sesuai UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan Pasal 34 ayat 1 dijelaskan, pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik harus dengan persetujuan DPR. “Selain itu, dalam situasi ekonomi dunia yang masih belum sepenuhnya pulih yang berimbas ke perekonomian nasional, peningkatan TDL hanya akan menambah beban masyarakat tidak mampu,” ujar Romahurmuziy. Inflasi Mengkhawatirkan Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, laju inflasi tahun ini perlu diperhatikan seiring dengan kebijakan pemerintah untuk menaikkan TDL hingga 15% pada Juli nanti. “Untuk inflasi, memang di tahun 2010 ini agak mengkhawatirkan. Itu karena inflasi kita meningkat dibandingkan inflasi yang terjadi pada negara-negara lain di dunia,” katanya pada saat menghadiri ”Foreign Press Gathering” di Jakarta Selasa (9/3) malam. Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah dunia dan kenaikan TDL bisa memicu naiknya harga sejumlah barang.akibatnya, target inflasi yang dipatok sebesar 5% dalam APBN 2010 bisa meleset hingga 5,7% tahun ini. Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai kekhawatiran pemerintah itu sebagai hal yang wajar.“Apalagi faktor pemicu inflasi utama seperti beras yang dalam dua bulan terakhir ini sudah naik. Jadi inflasi, saya kira, bisa naik lebih tinggi dari yang dikhawatirkan pemerintah,” katanya saat dihubungi kemarin. Kalau TDL naik, kata Ninasapti, otomatis dalam jangka waktu yang tidak lama setelah kenaikan TDL harga BBM juga akan turut naik. “Entah itu naiknya akhir tahun atau pertengahan tahun, yang pasti jika TDL naik otomatis BBM juga ikut naik,”ujarnya. Dengan demikian, laju kenaikan inflasi tidak akan bisa ditahan lagi jika kebutuhan pokok seperti beras naik. Jika ditambah dengan laju kenaikan harga TDL dan BBM bisa jadi inflasi lebih tinggi dari yang diperkirakan pemerintah. ”Saya yakin sekarang pemerintah masih berusaha untuk menahan laju kenaikan harga BBM, tapi sampai kapan?”papar Ninasapti. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan baru-baru ini mengakui bahwa laju inflasi pada 2010 cukup mengkhawatirkan. Selain buntut dari kenaikan harga minyak dan komoditas dunia, 2010 akan menjadi tahun pemulihan ekonomi dunia.“Seharusnya jika pemerintah ingin menaikkan TDL,tidak usah terlalu digembar-gemborkan,” katanya. (maya sofia/ bernadette lilia nova) |