|
Fokuskan Infrastruktur ke Luar Jawa-Sumatera |
|
|
|
Thursday, 11 March 2010 |
|
DEPOK (SI) – Pembangunan infrastruktur sebagai elemen penting dalam
menggerakkan roda perekonomian nasional semestinya difokuskan ke
wilayah luar Jawa dan Sumatera.
Hal ini akan mengurangi ketimpangan pembangunan antardaerah yang sekarang masih cukup jauh,antara Jawa-Sumatera dengan wilayah lain. Gagasan ini terungkap pada pidato pengukuhan dua guru besar tetap Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) di Balai Sidang UI, Depok, kemarin. Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Suahasil Nazara Ph D dan Prof Ari Kuncoro Ph D.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Pemerataan Antardaerah sebagai Tantangan Utama Transformasi Struktural Pembangunan Ekonomi Indonesia Masa Depan, Suahasil Nazara menyampaikan, pembangunan infrastruktur Indonesia masih belum merata karena pembangunan masih difokuskan di Jawa dan Sumatera. “Pembangunan masih fokus di Jawa dan Sumatera.Akibatnya,daya dukung lingkungan jadi kritis sehingga mengakibatkan sumber energi di Jawa semakin menipis,” kata Suahasil kepada harian Seputar Indonesiasesuai pengukuhan. Menurut dia, ketimpangan antardaerah adalah masalah struktural. Hal ini ditunjukkan setelah empat dekade pembangunan tidak terjadi perubahan yang berarti dalam distribusi pendapatan antardaerah “Program transmigrasi juga tidak membantu,”imbuhnya.
Seharusnya, kata Suahasil, pemerintah menyelenggarakan pelayanan publik dengan kualitas yang merata di seluruh Indonesia. Hal itu dapat diwujudkan dengan standar pelayanan minimum yang menjadi pegangan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. “Dengan begitu, diharapkan terjadi perbaikan pada distribusi Indeks Pembangunan Manusia di antara provinsi-provinsi di Indonesia,” tegasnya. Namun, lanjut Suahasil, pemerataan akses dan mutu layanan publik saja tidak cukup.Hal itu harus dibarengi dengan pembangunan kegiatan ekonomi di luar pulau Jawa.
Pemerintah harus berani secara masif membangun infrastruktur transportasi dan sumber energi di luar Jawa. “Daerah luar Jawa adalah tempat produksi di masa depan.Untuk itu,diperlukan political goodwilldari negara, bukan hanya pemerintah. Pembangunan ekonomi luar Jawa adalah kunci bergeraknya kegiatan ekonomi ke luar kota,” tandasnya. (a fajrihidayat)
|