VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Aceh Diplot Jadi BasisTeroris AsiaTenggara PDF Print
Wednesday, 10 March 2010
KELOMPOK teroris yang digerebek di Pamulang,Tangerang Selatan, Banten,kemarin diduga memiliki koneksi dengan kelompok teroris di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Menurut sinyalemen Gubernur NAD Irwandi Yusuf,mereka berencana menjadikan Aceh sebagai basis gerakan terbesar di wilayah Asia Tenggara. “Rencana awal mereka memang menjadikan Aceh sebagai basis di Asia Tenggara. Mereka mungkin berpikir gampang karena masyarakatnya mayoritas muslim,” ujar Irwandi Yusuf di Jakarta kemarin. Irwandi sempat mengunjungi lokasi penggerebekan teroris di Tangerang. Menurut dia,beberapa dari pelaku teroris yang ditangkap di Aceh ada yang berasal dari Pamulang.“Selain itu ada yang berasal dari Pandeglang, Bogor, dan beberapa tempat lain di Pulau Jawa,”ujar Irwandi.

Terhadap rencana besar kelompok teroris untuk menjadikan Aceh markas gerakan, Irwandi mengaku akan berupaya menghalanginya. Aceh, tidak dia biarkan menjadi markas teroris. Dia mengakui sudah mencium keberadaan teroris di wilayah pegunungan di Aceh Besar sekitar satu tahun lalu dan sudah melaporkannya ke kepolisian daerah setempat. Walau begitu pihaknya tidak dapat menindak karena tidak ada dasar hukum.Saat itu aktivitas mereka hanya berceramah.“Secara intelijen kami sudah tahu mereka berencana membentuk basis. Tapi itu baru informasi intelijen yang tidak bisa dibuktikan secara faktual,”tuturnya.

Menurut informasi yang diperoleh Irwandi, anggota kelompok teroris itu berjumlah 50 orang dan melakukan pelatihan militer di pegunungan Aceh Besar.Mereka terdiri atas pelatih serta anggota pemula dan lanjutan. Dalam kontak senjata dengan polisi, yang pemula berpencar hingga ke jalan raya, kemudian berhasil ditangkap. Dia juga mengakui ada beberapa anggota dari kelompok itu mantan anggota gerakan di Mindanao, Filipina. Meski memiliki banyak informasi, orang nomor satu di Aceh itu menolak untuk menjelaskan identitas mereka. “Saya tidak dapat menjawab. Saya tahu, tapi (pertanyaan) itu seharusnya Kapolri yang menjawab,” ujarnya.

Dia menegaskan, aksi terorisme tidak terkait dengan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).“Itu tidak ada urusannya dengan GAM. Ini murni teroris,” kata Irwandi. Justru mantan anggota GAM bahu membahu dengan kepolisian untuk menumpas para teroris.Dia juga membantah adanya keterlibatan militer Malaysia dan Indonesia dalam kelompok tersebut, meski ditemukan adanya atribut militer kedua negara di lokasi.“Itu tidak berarti Malaysia dan TNI terlibat. Atribut bisa dibeli di manapun, misalnya di Jakarta, di Bandung. Itu tidak ada hubungannya,” katanya. Irwandi mengakui peristiwa ini mengganggu investasi di Aceh. “Walaupun belum secara fisik, mungkin orang akan berpikir ulang (untuk berivestasi),”nilainya.

Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf menegaskan, aksi teroris ini tidak ada hubungannya dengan GAM. Dia meyakinkan para mantan anggota GAM telah berkomitmen membantu kepolisian mengatasi peristiwa ini. Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan, dari hasil pertemuan antara Kapolri, Gubernur NAD dan Kapolda NAD,kelompok teroris di Aceh tidak terkait anggota maupun eks GAM. Polri juga belum bisa memastikan apakah jaringan ini terkait dengan Jamaah Islamiyah (JI) atau jaringan teror lainnya.

Yang pasti,tidak ada kaitannya dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. (adam prawira/denny irawan)