VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Tiga Teroris Ditembak Mati PDF Print
Wednesday, 10 March 2010
Image

EVAKUASI JENAZAH,
Petugas mengevakuasi satu dari dua jenazah teroris yang tewas dalam penggerebekan di Gang Asem, Jalan Dr Setiabudi, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

TANGERANG(SI) – Tiga anggota jaringan teroris tewas setelah terlibat baku tembak dengan polisi di Pamulang,Tangerang Selatan,Banten,kemarin.Dua anggota jaringan lainnya berhasil dibekuk. Kelompok ini diduga menjadi pemasok senjata dan penyandang dana kelompok teroris di Kabupaten Aceh Besar,Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tersangka yang tewas dalam penggerebekan adalah YI alias M,R,dan H; sedangkan yang tertangkap adalah BR alias AH dan SB alias I.

”Jadi yang meninggal dunia di Pamulang tiga orang. Dua orang meninggal belakangan setelah mengalami luka tembak,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta tadi malam. Edward menjelaskan, penggerebekan pertama dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB di sebuah warnet di rumah toko (ruko) Multiplus, Jalan Siliwangi No 6 Pamulang, Tangerang Selatan. “Tersangka tewas ditembak karena melawan saat akan ditangkap,” ujarnya di Mabes Polri kemarin.

Dari hasil proses identifikasi, tersangka tewas diketahui berinisial YI alias M. Informasi yang dihimpun Seputar Indonesia dari sumber kepolisian, tersangka tewas berinisial YI adalah Yahya Ibrahim.Dari tangan tersangka polisi menyita senjata api jenis revolver dengan enam peluru. Satu di antaranya telah ditembakkan sedangkan lima peluru lain masih tersimpan di dalam senjata tersebut. Menurut Edward, Polri juga menyita peluru cadangan.

Total amunisi yang diamankan sebanyak 13 peluru,12 peluru di antaranya masih utuh. Dalam penggerebekan tersebut, Polri juga mengevakuasi seorang perempuan dan tiga orang anak.Edward tidak menjelaskan secara rinci identitas mereka dan kaitannya dengan tersangka teroris.Dugaan sementara, perempuan tersebut adalah istri dari tersangka teroris yang tewas di ruko. Mereka diamankan karena masih shock. Saat ditanya apakah YI alias Yahya Ibrahim merupakan Dulmatin, buronan teroris sejak ledakan Bom Bali I? Edward belum bisa memastikan.

“Nanti akan saya sampaikan setelah proses identifikasi selesai,”jawabnya. Dalam waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 12.30 anggota Detasemen Khusus 88/Antiteror juga terlibat baku tembak dengan empat tersangka teroris lain di Jalan Dr Setiabudi No 15 Pamulang Barat, Tangerang Selatan. Dua di antaranya tewas tertembak karena melawan. Sementara itu, dua tersangka teroris lain yang berinisial BR alias AH serta SB alias I,berhasil dibekuk di Gang Asem,Jalan Setiabudi.

Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan intensif petugas kepolisian. Polisi mengklaim sudah mengantongi bukti bahwa kelompok ini sebagai pemasok senjata dan dana bagi para pelaku teror di Aceh. “Sudah ada bukti senjata dan amunisi.termasuk pengiriman dananya juga bisa dibuktikan. Kami sudah bisa buktikan dari keterangan- keterangan dan dari cara mereka menyampaikan dana,” ujar Edward.

Sejak digelar operasi teroris, Polri telah menangkap 22 tersangka teroris. Rinciannya, 17 anggota teroris ditangkap di Aceh dan lima lainnya merupakan pemasok dan pendukung dana bagi kegiatan teror. Saat ini, seluruhnya masih menjalani pemeriksaan. Terungkapnya para tersangka teroris merupakan hasil pengembangan informasi dari para tersangka teroris yang ditangkap di Aceh.

Dramatis

Aksi penggerebekan di sebuah ruko yang menewaskan YI berlangsung dramatis.Menurut sejumlah saksi mata,penggerebekan selama 15 menit itu bertempat di sebuah warnet di lantai dua Ruko Multiplus di Jalan Prabu Siliwangi, tepatnya di bilik nomor 9. Ruko yang posisinya persis di depan sebuah danau itu terletak di kawasan padat penduduk.Menurut Linda Diana, manajer Multiplus, sebelum penggerebekan berlangsung dua petugas Densus 88 masuk ke Multiplus seraya meminta para pengunjung tiarap.

“Kemudian mereka langsung naik ke lantai 2, dan meminta untuk kedua kalinya agar pengguna warnet tiarap dan langsung menembak laki-laki di bilik 9 itu,”ujar Linda. Dia mengaku mendengar ada letusan tembakan sebanyak empat kali. Seusai penembakan itu petugas Densus 88 lalu menyergap Salon Rinova dan menangkap seorang wanita dan menangkap tiga orang anaknya.

“Saat ditangkap wanita itu masih menggunakan handuk di kepala,” kata Upi, salah seorang pengunjung Salon Rinova. Anggota Densus 88 itu kemudian membawa wanita tersebut dan membawa satu orang lelaki. Kedua orang itu digiring keluar oleh polisi yang berpakaian sipil menuju mobil polisi. Sementara jenazah lelaki yang tewas itu dievakuasi dan dibawa petugas dengan ambulans milik Klinik Bunga Melati.

“Polisi juga membawa sebuah tas dan sebuah CPU,”kata Linda Diana. Ketua Tim Forensik Mabes Polri, Kombes Pol Amri Kamal mengatakan, pelaku teroris di warnet Multiplus, sempat melepaskan tembakan hingga akhirnya petugas membalas. ”Pelaku membawa senjata saat berada di dalam warnet,” kata Amri Kamal seusai olah tempat kejadian perkara (TKP).

Lokasi Kedua

Selain di ruko Multiplus itu,anggota Densus 88 juga melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan dr Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan,juga digerebek. Rumah yang terletak sekitar 1 kilometer dari Ruko Multiplus itu, tepatnya di Gang Asem.Dua orang tewas dalam penggerebekan itu. Keduanya tewas setelah mencoba melarikan diri dengan sepeda motor.

Keduanya ditembak setelah melawan saat akan ditangkap. Sesaat setelah baku tembak,seorang saksi mata,Amir, mengaku melihat anggota Densus 88 masuk ke rumah milik dr Fauzi. Di rumah tersebut petugas langsung menangkap dua orang diduga anggota teroris. Dua lelaki yang ditangkap, diperkirakan berusia 30 tahunan, langsung dibawa dengan sebuah mobil minibus warna perak.

Setelah itu petugas langsung melakukan penyisiran di rumah berwarna cokelat muda. Pemilik rumah, dr Fauzi, diketahui tidak berada di rumah, bekerja di sebuah rumah sakit di Tangerang. ”Istri dr Fauzi dan anaknya juga ikut dibawa,tapi tidak berbarengan,”jelas Amir.

Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Brigadir Jenderal Polisi Tito Karnavian membenarkan para tersangka merupakan otak yang mengirimkan teroris ke Aceh.“Ya, dia biang kerok yang mengirim orang ke Aceh. Itu nama besar,” ujar Tito melalui pesan singkatnya kepada Seputar Indonesia. (sucipto/denny irawan/ helmi syarif)

 
coverjatim