|
Tuesday, 09 March 2010 |
PALOPO (SI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara (Lutra) didatangi
sejumlah demonstran,kemarin. Demonstran menuntut lembaga penyelenggara
pemilu itu menganulir pencalonan pasangan incumbentArifin Junaidi-Indah
Putri Indriani (Arip) karena dinilai menyalahi peraturan.
Arip diindikasikan memasukkan dukungan parpol setelah masa pendaftaran ditutup. “Kami mendesak KPU menganulir pencalonan pasangan Arip karena tidak memenuhi persyaratan dukungan parpol,”kata koordinator aksi Wanri William. Ketua KPU Lutra Muhammad Rajab menjelaskan, tuntutan demonstran tidak berdasar.
Menurut dia, penambahan dukungan bagi pasangan Arip sesuai ketentuan, sebab dilakukan selama masa pendaftaran.“ Tidak benar ada kandidat yang memasukkan berkas setelah masa pendaftaran ditutup. Kami tidak pernah melakukan hal itu.Kalau memang benar ada,silakan buktikan,”tandasnya.
Sementara itu, Indah Putri Indiriani membantah tudingan bahwa pasangannya telah memasukkan berkas dukungan parpol ke KPU setelah batas waktu pendaftaran berakhir. Dia juga menyayangkan sikap sejumlah pihak yang terus menggembosi pasangan Arip maju pada Pilkada Lutra 2010.
“Kami mengimbau masyarakat ti dak terpancing dengan banyaknya tindakan yang tidak konstruktif.Kami yakin masyarakat bisa menilai langsung siapa kandidat yang maju dengan bersih,”pungkas dosen Universitas Indonesia (UI) itu. (asdhar)
|