|
||||||||||||||||||
| Polisi Kumpulkan Perguruan Silat |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
BOJONEGORO(SI) – Angka kasus tawuran antarperguruan silat di Bojonegoro
terbilang cukup tinggi. Tiga tahun terakhir tercatat sembilan kasus
kekerasan yang dilakukan para anggota perguruan silat.
Untuk menekan angka tawuran, kemarin Polsek Kota Kabupaten Bojonegoro membuat gebrakan dengan mengumpulkan para tokoh perguruan silat tersebut. ”Ini hanya sebagai langkah antisipasi agar perselisihan tak terjadi lagi,” ungkap Kapolsek Kota AKP Supriyono. Dalam pertemuan dengan 10 perguruan silat di Bojonegoro itu, polisi juga menekankan kepada pengurus agar melakukan pengawasan terhadap anggota perguruan yang melakukan tindakan anarkistis. Para pengurus juga menyatakan setuju membawa kasus kekerasan ke jalur pidana. ”Mereka satu kata terkait proses pidana umum jika ada tindakan anarkistis,”kata Supriyono. Menurut data di Mapolsek Kota,dari sembilan kasus tawuran yang terjadi rata-rata dipicu persoalan sepele, misalnya dendam yang dibawa setelah menonton sebuah konser musik dangdut.Pada 2008 ada lima kali kasus tawuran antarperguruan silat. Lokasinya merata di hampir semua kecamatan, yakni Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kedungadem, dan Purwosari. Pada 2009 juga terjadi dua kali tawuran antarperguruan silat di Kecamatan Sumberrejo. Dalam insiden itu,Mulyo Budi Utomo,22, warga Desa Tlogoharji,Kecamatan Sumberrejo, tewas terkena sabetan senjata tajam. Selain itu, Hari Susanto, 24, asal Desa Balenrejo, Kecamatan Balen juga menjadi korban tawuran. Ia terpaksa dirawat di RSUD pada April 2009 lalu. Di awal 2010 ini sudah ada dua kali kasus tawuran serupa. Kasus terakhir terjadi pada 15 Januari lalu di Kecamatan Baureno, Sumberrejo, Balen, dan Kapas. Utomo, salah satu pengurus perguruan silat Setia Hati Teratai (SHT),mengaku sangat senang dengan adanya pertemuan itu.Pihaknya siap mengawasi anak buahnya untuk saling menjaga keamanan. Dia juga siap memberi sanksi kepada siapa pun anggota perguruannya yang melanggar aturan tersebut. ”Kami siap membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban,”tegasnya. (nanang fahrudin) |