VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
CACAK Unjuk Gigi, Kompetitor Nyantai PDF Print
Tuesday, 09 March 2010
SURABAYA (SI) – Hiruk pikuk deklarasi pasangan Cak Arif Afandi- Cak Adies Kadir (CACAK) di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, kemarin, tak membuat para kompetitor mereka dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) lantas panik.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana tidak khawatir meskipun kandidat partai banteng kalah start dari pasangan CACAK. Sebab, waktu yang tersedia sampai penutupan pendaftaran kandidat di KPU Surabaya masih sekitar seminggu lagi. ”Biarkan saja. Kan baru satu yang deklarasi, lainnya belum,” ujarnya kemarin. Wisnu mengaku sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi pilwali, termasuk menyiapkan tim pemenangan,mulai tingkat DPC sampai ranting.

Tim yang telah dibentuk itu masih menunggu. Apabila rekomendasi DPP turun, tim akan langsung bergerak memenangkan kandidat yang direkomendasi. ”Begitu ada rekomendasi, tim langsung gerak,”tegasnya. Soal rekomendasi,Wisnu mengatakan, DPP PDIP sudah akan secepatnya mengambil keputusan tentang siapa yang akan diusung. Dia memperkirakan rekomendasi turun antara 11–12 Maret besok.

”Kamis atau Jumat sudah turun.” Sementara DPC PKB Kota Surabaya memilih menjemput bola. Kemarin sejumlah pengurus berangkat ke Jakarta untuk mengambil rekomendasi. Rombongan dipimpin langsung Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyafak Rouf. Mereka menargetkan rekomendasi sudah turun sebelum tanggal 11 Maret atau waktu dimulainya pendaftaran bakal calon di KPU Surabaya.

”Dalam satu atau dua hari ini kami harapkan rekomendasi sudah turun,” ujar Ali Ja’cub, Sekretaris DPC PKB Kota Surabaya,kemarin. Menurut Ali, keputusan rekomendasi adalah kewenangan DPP. Dia akan menaati apapun keputusan yang diambil induk organisasi. Termasuk apakah rekomendasi hanya mencantumkan cawali atau beserta pasangan cawalinya.

”Calon wali kotanya sudah Pak Sutadi.Kalau DPP langsung merekomendasikan pasangannya, kami terima,”ucapnya. Menurut Ali, keberangkatan rombongan ke DPP itu wajar. Dia membantah keberangkatan itu sebagai reaksi terhadap deklarasi Arif Afandi-Adies Kadir yang diusung Partai Demokrat. PKB punya kebijakan dan strategi sendiri dalam pilwali.Termasuk kapan rekomendasi harus turun dan kapan pasangan kandidat yang diusung akan dideklarasikan. ”Tidak apaapa, silakan saja calon lain deklarasi lebih dulu,” katanya enteng.

Yakin Menang Satu Putaran

Pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK) mendapat dukungan penuh untuk memenangi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2010. Para petinggi Partai Demokrat dan Partai Golkar kemarin hadir dalam deklarasi CACAK di Jatim Expo Jalan Ahmad Yani, memberikan support untuk pasangan pertama yang mendeklarasikan diri maju dalam kompetisi pemilihan.

Pasangan ini optimistis menang satu putaran. ”Sekarang kami resmi satu pasangan. Dulu hanya sendiri-sendiri.Hari ini koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar, juga partai lain yang jadi pengusung. Kami harapkan setelah deklarasi semakin mulus,” kata Arif Afandi yakin,sebelum deklarasi. Saat dua tim bergabung jadi satu, diharapkan bisa menuai kemenangan signifikan.

Deklarasi ini sekaligus menjawab keraguan koalisi Pilwali Surabaya bakal terpengaruh kasus di DPR RI terkait Pansus Century. Di tataran pusat, hubungan Demokrat-Golkar memang sedang tidak mesra ”Koalisi ini saya kira membuktikan politik di pusat tidak hubungannya dengan daerah,”tandas Arif Afandi.

Dalam pidato politik mereka, Arif-Adies membeber beberapa program dan target jika nanti jadi jawara.Di antaranya memaksimalkan peran kelurahan dan kecamatan. ”Kami akan delegasikan kewenangan kepada kelurahan dan kecamatan,” ujar Arif.Tidak lupa ia berjanji menghilangkan praktik jual beli jabatan di pemerintahan. Pidato Arif juga menyinggung kebutuhan rakyat kecil dan pasar tradisional.

Dia merasa perlu ada satu pasar tradisional di satu kelurahan. ”Pelayanan pendidikan dan kesehatan perlu ditingkatkan. Terutama Puskesmas, nanti akan digratiskan,”katanya. Pidato disambung Adies Kadir. ”Kami akan merangkul investor untuk mengurangi jumlah pengangguran di Surabaya,” kata Adies.

Juga akan dibangun rumah peduli sebagai bentuk perhatian pemerintah kota terhadap nasib perempuan.” Rumah peduli ini nantinya untuk korban kekerasan dalam rumah tangga ataupun korban trafficking,” katanya. ”Selain itu, dalam dua tahun ke depan kami akan membawa Persebaya menjadi juara liga super,” katanya bersemangat.

Tentu saja hal ini langsung disambut tepuk tangan ratusan Bonek yang ikut hadir dalam deklarasi. Baik Arif maupun Adies menyatakan optimistis bisa menang satu putaran. Wakil Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono,yang kemarin hadir dalam deklarasi mengatakan, pemilihan pasangan Arif- Adies ini sudah melalui pertimbangan matang. ”Ada empat alasan kita memilih pasangan muda ini,”kata Agung.

Alasan tersebut karena pengalaman mereka di legislatif dan eksekutif merupakan perpaduan yang tepat untuk membuat Surabaya lebih baik. Sementara tiga alasan lainnya, popularitas, akseptabilitas, dan elektabiltas pasangan ini yang tertinggi berdasar hasil survei.

Menurut Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsudin, pihaknya tidak akan meminta balas budi apapun dari partai yang diajak berkoalisi. ”Partai Demokrat tidak pernah meminta balas budi. Namun,Arif Afandi dan Adies Kadir harus balas budi kepada warga Surabaya,” ucapnya. Melihat kondisi yang serba mendukung ini, Amir juga yakin CACAK akan menang satu putaran. (deny bachtiar/zaki zubaidi)

 
coverjatim