VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
MSG,Amankah Dikonsumsi? PDF Print
Tuesday, 09 March 2010
SURABAYA (SI) – Upaya meluruskan persepsi tentang penggunaan penyedap rasa jenis Monosodium Glutamat (MSG) terus dilakukan. Terakhir,Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dipersepsikan berpotensi menyebabkan penyakit atau kanker dibantah bahayanya.

Bahkan bantahan ini dilengkapi bukti penelitian yang menyatakan, MSG bisa memperbaiki mukosa lambung dan mencegah gastritis. Ini diungkapkan Advisor Public Relation PT Ajinomoto Indonesia Turiadi pada Simposium Umami sebagai Rasa Dasar ke-5 di Hotel Majapahit,kemarin.

Dia mengatakan, tak ada efek samping penggunaan MSG. Bahan kimia itu sebenarnya juga ada dalam makanan yang ada di dunia.Dia mencontohkan,kaldu rumput laut yang ada di Jepang,kecap ikan, keju dan tomat yang banyak terdapat di negara Barat,serta terasi di Indonesia.

”Jadi rasa umami atau gurih pada MSG sifatnya universal,”ujarnya,kemarin. Ini dikuatkan Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim, Andriyanto. Menurut dia, adanya persepsi negatif masyarakat terhadap penggunaan MSG sebenarnya kurang berdasar. Pasalnya,dari penelitian yang ada di luar negeri, MSG aman dikonsumsi manusia. ”Ini memang aman dan tak membuat perut jadi sensitif.

Bahkan, dari penelitian tersebut, MSG bisa memperbaiki mukosa lambung (dinding lambung), dan mencegah penyakit perut, termasuk gastritis,”terangnya. Dia menjelaskan, kandungan kimia yang terdapat dalam MSG sebenarnya secara alami juga terdapat dalam buah-buahan dan bahan makanan di Indonesia. Kandungan glutamat pada MSG, sehari- hari terdapat dalam tomat, terasi, dan bahkan petis.

”Dalam MSG tersebut terdapat asam amino glutamate, dan itu tak berpengaruh terhadap tubuh manusia,” jelasnya. Hanya saja, meski tak ada efek samping,namun penggunaan MSG atau penyedap rasa tersebut diharapkan juga sesuai dengan dosis yang diperkenankan.Berdasarkan Permenkes RI No. 722/Menkes/ Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP), penggunaan MSG yang standar adalah sekitar 20 mg per hari.

”Jika dosisnya terlalu banyak, memang tak ada efek samping namun makanan yang diberi MSG akan menjadi tak karuan rasanya,” ungkapnya. Selain aman, lanjutnya, sebenarnya MSG juga bisa diberikan pada bayi, terutama yang kurang gizi. Kandungan MSG diperlukan untuk tambahan asupan gizi. Caranya, MSG itu bisa diberikan lewat sup, karena ternyata meski dalam suhu tinggi, kandungan MSG tidak berubah.

Sementara, berbagai demo digelar Chef Kimio Nonaga, salah satu juru masak terkemuka dari Jepang.Menurutnya ternyata glutamat yang membentuk rasa umami mendominasi profil asam amino. ”Terutama pada tomat yang matang. Karena itu kalau mau mendapatkan rasa gurih yang dalam, pilih tomat yang benar-benar matang,”kata Nonaga.

Cara mengolah bahan-bahan yang mengandung rasa umami itu pun juga berbeda-beda. Menurut Nonaga yang mendemokan banyak masakan, perlakuannya juga mempengaruhi apakah rasa itu bisa keluar atau tidak. Untuk tomat kadang ada yang dipakai pada awal atau akhir masakan maka rasa gurih yang keluar pun berbeda.

Atau jika menggunakan rempah- rempah khas Indonesia, maka memasaknya tidak boleh hingga matang betul. Proses membuat bahan yang sering disebut oleh ibu-ibu Indonesia itu dengan bumbu penyedap masakan itu dilakukan dengan fermentasi seperti membuat keju, tempe, kecap dan terasi. ”MSG itu juga aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga termasuk ibu hamil dan anak-anak.Jangan takut sedap itu tidak sehat,”tambah Nonaga. (dili eyato)

 
coverjatim