VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Keputran Tetap Digusur April PDF Print
Tuesday, 09 March 2010
SURABAYA(SI) – Awal April nanti Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap membersihkan Jalan Keputran dan menggusur pedagang yang menggelar dagangan di sana.Ancaman protes pedagang tak digubris.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya Arief Boedhiarto, pemkot memilih tegas dengan tetap menggusur karena para pedagang di sana dirasa mengganggu. Mereka menghambat lalu lintas. Selama ini pedagang memang menggunakan hampir seluruh badan jalan.

”Apapun alasannya, ruas jalan itu harus dibersihkan dan dikembalikan fungsinya,” tegas Arief,kemarin. Keputusan ini, menurut Arief, cukup beralasan. Ruas jalan tersebut memang berubah fungsi jadi pasar. Pemandangan penuh sesak selalu tersaji tiap pukul 16.00 WIB sampai dinihari. Di jam-jam itu, sepanjang ruas Keputran,mulai jembatan depan Jamsostek hingga ujung gedungIndosat, selalusesakpedagang.

Sempadan sungai yang mestinya untuk jalan inspeksi juga dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli. Akibatnya, kendaraan dari Jalan Gubeng maupun Kayoon menuju Sonokembang tak bisa melintas. Pengguna jalan harus memutar hingga Jalan Pemuda. Estetika juga jadi alasan yang dipilih untuk penertiban.Menurut Arief,sejak munculnya pasar di Keputran, keindahan kota terganggu.

Apalagi letaknya tepat di jantung Kota Surabaya.“Lihat saja pagi hari, tumpukan sampah sisa dagangan menggunung,”tuturnya. Arief juga mengaku sudah menyosialisasikan rencana penggusuran pada pedagang. Ada yang menerima, sebagian lagi menolak. “Pedagang di jalan itu kurang lebih ada 700 orang.

Dan 60% sudah setuju,” imbuhnya. Wali Kota Surabaya Bambang DH mengaku sudah merencanakan relokasi pedagang Keputran di kawasan Tambakosowilangun, dekat terminal.“Beberapa waktu lalu ada investor yang menjanjikan pembangunan pasar untuk menampung mereka,”katanya. Bagaimana dengan pedagang? Solikin,salah satu pedagang sayur, mengaku takut kehilangan mata pencaharian begitu Keputran dibersihkan.

Selama ini hanya di tempat itulah dia mencari penghidupan.” Tempat ini kansudah lama ditempati pedagang,kenapa harus ditertibkan? Kalau memang alasannya estetika,kami siap membersihkannya,” akunya. Keluhan senada juga muncul dari Muhammad,pedagang lainnya.

Menurut dia, rencana penggusuran tidak pernah dikompromikan dengan pedagang. Karena itulah dia siap menolak. Kalau tetap digusur, Muhammad mengaku,bersama seluruh pedagang dia akan turun ke jalan.“ Semua tahu jika Tambak Osowilangun sepi.Kenapa pedagang tetap direlokasi ke sana?”katanya. (ihya’ ulumuddin)

 
coverjatim