|
||||||||||||||||||
| Ambil Formulir,Harjanti Libatkan PNS |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
KEDIRI (SI) – Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam pelaksanaan
pemilihan bupati (Pilbup) Kediri 2010,bisa jadi hanya sebatas aturan
kosong.
Buktinya, saat pengembalian formulir pendaftaran,sejumlah pejabat dan staf Pemkab Kediri mengiringi calon bupati Harjanti Sutrisno di KPU setempat. Dengan berkendaraan mobil Land Crusier istri Bupati Sutrisno ini dikawal perwakilan lima partai pendukungnya.Yakni PDI Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar),Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Bahkan Bupati Sutrisno juga terlihat hadir diantara rombongan yang mengusung pasangan Harjanti-Masykuri (Harmas) tersebut. Menurut keterangan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat pemkab Kediri Eko Setiono, kehadiran Bupati Sutrisno yang berpakaian sipil itu dalam kapasitas sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri. ”Ini tidak ada kaitanya dengan dinas. Karena beliau hadir sebagai ketua partai,” ujarnya kepada wartawan. Seperti biasanya, Cabup Harjanti langsung menolak memberikan keterangan ke wartawan sesuai penyerahan formulir pendaftaran. Ia hanya mengatakan. ”Semua ini saya serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya sembari bergegas menuju mobilnya. Dalam momen ini, para staf Pemkab Kediri terlihat tidak henti- hentinya mengabadikan setiap gerak Cabup Harjanti dengan Cawabup Masykuri yang hanya seorang Kepala Kantor Kecamatan Ngasem. Sementara itu meski sempat digoyang isu keretakan di tubuh partai pengusung, Kepala Desa Wates Hj Nurlaila, akhirnya mendaftarkan diri. Perempuan yang dikabarkan menjadi istri muda Bupati Sutrisno ini datang dengan calon wakilnya,Tumurdi,salah seorang dosen di Kota Kediri, lulusan program doktor (S3) IAIN Surabaya sekitar pukul 15.30 WIB. Ketua Tim Kampanye yang ditunjuk dari Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Ajib Nawawi membeberkan enam partai pengusung Nurlaila. Di antaranya, PAN,Partai Patriot,PPRN, PKPI,dan Partai Gerindra. Nurlaila kepada wartawan menyatakan kesiapan dan niatnya untuk menjadi Bupati Kediri 2010-2015.Dia mengaku akan melakukan pembenahan di segala bidang, di antaranya bidang pendidikan dan pertanian. Nurlaila juga mengaku siap bersaing dengan calon lain, termasuk dr Hj Haryanti Sutrisno, istri pertama Bupati H Sutrisno. Akan tetapi, ketika ditanya mengenai status pernikahannya dengan bupati,Nurlaila membantahnya. Nurlaila menegaskan tidak ada hubungan apa-apa dirinya dengan orang nomor satu di Kediri itu. ”Tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak bupati. Saya berangkat sendiri, baik logistik maupun hal lain, saya lakukan sendiri,”bantahnya. Terpisah kubu Samsul Widodo tetap pede bakal ikut serta dalam Pilbup Kediri 2010. Kendati belum mendapatkan kendaraan politik alumni SMA 2 Kediri akan mendapatkan dukungan di detikdetik terakhir.Bahkan Tim Sukses Samsul mengklaim merebut dukungan dari PAN dan Gerindra yang sebelumnya mendukung Pasangan Nurlaila-Turmudi. ”Saya baru saja mengambilkan formulir untuk bapak Samsul Widodo. Insya Allah,kita dapat maju,dan sekarang kita masih berusaha. Dilihat saja besok, siapa yang akan benar-benar maju,” ujar Tim Sukses Samsul Widodo, Setio Hadi, kemarin. Bahkan, Setio Hadi sempat membuka pernyataan jika Samsul Widodo akan menggandeng Arifin Tafsir,ketua DPD PAN menjadi wakilnya. Padahal, sebelumnya, baik Arifin Tafsir maupun Ajib Nawawi telah mengantarkan pasangan Nurlaila-Turmudi mendaftar di KPU. Ketua KPU Agus Edi Winarno menegaskan akan memberikan perlakuan adil kepada seluruh pasangan cabup-cawabup. Dia menjami akan netral meskipun salah satu pasangan mendapatkan dukungan penuh Bupati Sutrisno. (solichan arif) |