|
||||||||||||||||||
| Pawai Budaya Meriahkan HUT Gresik |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
GRESIK (SI) – Pawai budaya digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun
Kota Gresik ke–523 kemarin. Sedikitnya 200 perwakilan tiap-tiap satuan
kerja perangkat daerah (SKPD) dan sekolah menampilkan berbagai budaya
baik lokal maupun nasional. Sejumlah seni budaya tradisional khas Kabupaten Gresik ditampilkan dalam perhelatan setahun sekali tersebut. Mulai dari seni hadrah,pencak macan,hingga pertunjukan kuda (jaran) jinggo menyita perhatian warga. Kesenian jaran jinggo tersebut berasal dari Desa Sumur Ber, Kecamatan Panceng.Atraksi itu menampilkan dua kuda yang ditunggangi dua gadis kecil.
Biasanya, pertunjukan seperti ini digelar saat ada hajatan khitanan atau sedekah bumi. Kuda jantan yang didandani dengan ratusan aksesori dan manik- manik berbagai warna itu melakukan ritual tarian diiringi seperangkat gamelan. Iringan gamelan mirip Kuda Kepang diikuti penari latar pria dewasa. Di depan Bupati Gresik Robbach Ma’sum dan rombongan muspida Gresik, kedua kuda tersebut melakukan gerakan sujud seperti orang yang sedang menyembah. Tidak hanya sujud, dua binatang peliharaan itu bahkan terbaring di aspal layaknya sedang tidur.Lantas para penari latar melakukan tarian mirip tari Saman dengan dominasi gerakan tangan. Dalam pawai tersebut,juga ada aneka gunungan nasi tumpeng berwarna putih dan tumpeng kuning raksasa yang dibawa oleh peserta SDN Sidokumpul 2 Gresik. Secara simbolik, mereka memberikan tumpeng tersebut kepada Bupati. Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Gresik Mighfar Syukur memaparkan, pawai budaya ini digelar untuk memperingati HUT Gresik ke–523. ”Nilai yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah mengenalkan budaya Gresik yang jarang ditampilkan dan mengenalkan seni tradisional, khususnya kepada kaum muda.Arti pentingnya budaya adalah kekayaan yang diwariskan oleh leluhur,” ujarnya. Rombongan pawai budaya melewati sejumlah jalan protokol. Dimulai dari Jalan Wachid Hasyim,menyusuri Jalan Pahlawan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Usman Sadar, Jalan Samanhudi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Raden Santri dan berakhir di alun-alun Jalan Wachid Hasyim. Di sepanjang jalan yang dilalui kirab,warga Gresik cukup antusias menyambut peserta.Beberapa kali peserta menghibur masyarakat melalui atraksi menarik. ”Baru kali ini saya melihat pencak macan dan kuda jinggo. Ternyata kesenian Gresik cukup banyak,” ungkap Suyono,warga Jalan Kudus,Perumahan Gresik, Kota Baru. (ashadi ik) |