|
||||||||||||||||||
| Relokasi Ratusan PKL Kembali Mengambang |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
BATU(SI) – Nasib 450 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota
Batu digantung.Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tak juga memberikan
kejelasan tentang rencana relokasi dengan dalih masih menunggu investor.
Di sisi lain, pedagang makin resah. Para pedagang mengaku, terus dihantui kecemasan bila digusur sewaktu- waktu. Sayangnya, relokasi yang mereka harapkan sebagai solusi tak pernah konkret.Pedagang makin resah karena Pemkot menyatakan tidak akan mengucurkan dana subsidi bila proses relokasi itu direalisasikan. Anggota paguyuban PKL Kota Batu Yayuk Setiorini mengaku, khawatir tempatnya berjualan akan digusur oleh aparat Satpol PP dalam waktu dekat ini.Apalagi,beberapa kali petugas Satpol terus memberikan peringatan. “Kami cemas karena informasi yang beredar menyebutkan kawasan alun-alun akan dibongkar. Bila itu benar-benar terjadi,artinya kami harus mencari tempat berjualan lagi,”ujarnya kemarin. Dia memaparkan,beberapa bulan silam paguyuban PKL telah berunding untuk mengantisipasi penggusuran. Dalam rapat itu, muncul harapan baru.“Ada lahan kosong di Jalan Sudiro kira-kira seluas 9.000 meter persegi yang akan dijual pemiliknya. Nah, lahan kosong itu kabarnya telah ditawarkan ke investor dari Kota Malang,”ungkapnya. Investor tersebut telah menyatakan minatkan ke Pemkot Batu untuk membeli lahan itu dan siap membangun bedak dan ruko untuk PKL di kawasan alun-alun. Sayangnya, lama ditunggu tidak ada kejelasan soal negosiasi jual beli lahan tersebut.“Sebenarnya para pedagang sudah setuju jika direlokasi ke Jalan Sudiro. Apalagi bedak yang akan kami tempati berjualan nantinya berstatus hak milik pribadi. Namun, tidak tahu kok sampai sekarang tidak jelas,”ucapnya. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu Susetya Herawan berharap, rencana merelokasi ratusan PKL itu dapat berjalan mulus. Sesuai rencana, yang menyiapkan bedak dan ruko untuk 450 PKL tersebut adalah pihak swasta. Pertimbangannya, pada APBD tahun 2010 tidak dipersiapkan dana subsidi untuk membantu PKL mencari lahan berjualan yang baru. Menurut Susetya, direlokasi atau tidaknya PKL, revitalisasi kawasan alun-alun tetap akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.”Titik persoalannya selama pembangunan, arus lalu lintas akan dipindahkan ke selatan alun-alun Kota Batu.Kebetulan saat ini di ruas jalan tersebut sudah dipadati PKL,”ujarnya. Dia menyatakan, rencana awal membangun kembali kawasan alun-alun seluas 8.000 m2 itu kini ditambah menjadi 12.000 m2.“Bila rencana awal tidak berhasil, akan kami jalankan rencana B,” tuturnya. Sayangnya, pejabat ini tidak mau membeberkan rencana B yang dimaksud. Sekadar diketahui,rencana merelokasi PKL menjadi polemik karena Pemkot Batu tak mau membeli lahan baru bagi PKL.Hal ini disebabkan harganya yang sangat mahal, yakni berkisar Rp1.5-2 juta per m2. (maman adi saputro) |