|
||||||||||||||||||
| Sekretaris PCNU Merasa Dijegal PKB |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
MALANG(SI) – Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Malang
KH Abdul Mudjib Syadjili meradang.Dia menuding DPC PKB sengaja menjegal
pencalonannya sebagai calon wakil bupati (Cawabup) Malang. Menurut dia,faktor keterlambatan sebagai alasan penolakan dari DPC PKB tidak masuk akal. Sebab, dia hanya terlambat beberapa jam.“Jika terlambat satu dua hari masuk akal bila dinilai bermasalah.Pendaftaran kami ke panitia yang dibentuk DPC PKB hanya telat 1,5 jam,”paparnya. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Gus Mudjiba ini mendaftarkan ke panitia seleksi Cabup-Cawabup PKB Minggu (7/3) lalu.
Saat itu, dia datang ke kantor PKB sekitar pukul 17.30 WIB.Padahal, pendaftaran resmi ditutup pukul 16.00 WIB. Panitia seleksi pendaftaran menilai tidak sesuai ketentuan. Karena itu, panitia menyatakan tidak menerima dan tidak menolak pendaftaran tersebut. Gus Mudjib menilai,sikap DPC PKB tersebut terlalu arogan. Keterlambatan yang selisih waktunya tidak seberapa lama dengan waktu penutupan harusnya diberi toleransi. Sebab, persoalan itu adalah persoalan teknis bukan prinsip. ”Saya merasa dijegal.Padahal, saya sudah diantar kiai NU,seperti Kiai Mustofa Siroj dan beberapa kiai lain.Mereka yang membesarkan dan mendirikan PKB di Kabupaten Malang.Mereka sampai marah- marah karena penolakan itu. Apa teman-teman PKB sudah lupa kultur NU,”ujarnya. Gus Mudjib mengaku,telah mengomunikasikan persoalan ini kepada DPW PKB Jawa Timur.Menurutnya, DPW menerima pendaftarannya sebagai salah satu cawabup dari PKB.”Saya tadi malam (kemarin) langsung ke DPW PKB mengonsultasikan persoalan ini. Ketua Desk Pilkada DPW dan sekretarisnya menerima pendaftaran saya melalui DPW,”ungkapnya. Sementara itu,Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Sanusi menanggapi dingin tudingan Gus Mudjib. Tidak ada upaya atau niat untuk menjegal calon tertentu. ”Sangat naif jika saya dituding menjegal. Aturannya memang begitu. Masak kami melanggar aturan dan yang terlambat harus kami terima. Kami tidak bisa bekerja seperti itu,”ungkapnya. Dia beralasan, ditolaknya Gus Mujib merupakan bagian dari penegakan aturan dan profesionalisme partai. Apalagi, keterlambatan Gus Mujib merupakan sebuah kesengajaan. Jauh hari dibuka, tapi yang bersangkutan mendaftar saat pendaftaran telah ditutup. ”Jangan menyalahkan kami. Justru yang salah yang terlambat mendaftar. Mengapa tidak jauh hari jika serius.Kalau terus dibuka,ada calon baru lagi. Kapan kami menyelesaikan tahap pendaftaran,” ungkapnya. Terkait langkah Gus Mujib telah mendaftarkan diri ke DPW PKB,Sanusi mempertanyakannya. ”Mungkin dia mau daftar gubernur kali,”sindirnya. (zia ulhaq) |