VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
66% Indisipliner Dilakukan Bintara PDF Print
Tuesday, 09 March 2010
MAKASSAR (SI) – Sebagian besar pelanggaran (indisipliner) yang dilakukan oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) didominasi bintara. Tercatat pada 2008 sebesar 72% dan pada 2009 ini menurun menjadi 66%.

”Berbagai bentuk pelanggaran maupun penyimpangan sebagian besar dilakukan oknum bintara. Hal ini merupakan tantangan besar Polri mewujudkan reformasi Polri di bidang pembenahan aspek kultur,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Adang Rochjana kemarin.

Pernyataan tersebut dilontarkan Adang saat memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Batua,Jalan Urip Sumohardjo,kemarin. Kapolda menandaskan,bentuk pelanggaran-pelanggaran tersebut meliputi pelanggaran disiplin, etika,bahkan pelanggaran pidana. Menurut dia, penyimpangan yang didominasi oknum bintara Polri ini bisa menciderai kemuliaan profesi yang menghambat tercapainya kepercayaan masyarakat.

Dalam pembukaan Pendidikan Pembentukan Brigadir Polri kemarin, Polda Sulselbar menerima sekitar 160 calon bintara dari 3.762 pendaftar yang perekrutannya dilakukan sejak Januari 2010 lalu. Jenderal bintang dua ini menerangkan, salah satu penyebab fenomena penyimpangan tersebut adalah kurangnya pemahaman sebagian anggota Polri terhadap nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, maupun kode etik kepolisian.

”Karena itu, dalam proses pendidikan pembentukan bintara,kali ini ditambah dari lima bulan menjadi tujuh bulan. Bintara diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pengetahuan dan keterampilan teknis kepolisian,serta pemahaman kode etik kepolisian,”paparnya.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansauri mengatakan, 160 calon bintara Polri yang dinyatakan lulus ini merupakan hasil seleksi dari 3.762 pendaftar yang terdiri atas 3.637 lakilaki dan 125 perempuan sejak 15 Januari hingga 22 Januari lalu. Selama proses penerimaan Polri 2010 ini,dia menegaskan kembali bahwa seleksi ini dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab dengan melibatkan pengawas internal maupun eksternal.

”Kami berupaya agar seleksi penerimaan calon anggota Polri bebas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini merupakan program reformasi Polri yang mengedepankan transparansi dalam seleksi penerimaan Polri,” ungkapnya kemarin. Dalam pendaftaran ini,Mabes Polri menerima 3.000 personel Polri yang akan ditempatkan di Satuan Reskrim, penjagaan perbatasan, Satuan Brimob, Direktorat Polair, serta polwan. (wahyudi)

 
covermakasar