|
||||||||||||||||||
| Menuntaskan Misi |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 | |
![]() MANCHESTER(SI) – Ada atau tanpa Wayne Rooney di Old Trafford,Manchester United (MU) wajib menuntaskan pekerjaan lolos ke perempat final Liga Champions dengan mengecundangi AC Milan. Berbekal kemenangan 3-2 di San Siro tiga pekan lalu,Setan Merah— julukan MU—berada di atas angin saat dini hari nanti menjamu I Rossoneri, julukan Milan. Selain tradisi membanggakan menghadapi klub-klub Seri A di kompetisi Eropa, segudang keuntungan juga akan menemani MU, mulai dukungan penonton, keberhasilan memuncaki klasemen Liga Primer,hingga keuntungan tiga gol tandang yang dimiliki. Efeknya, kekalahan0- 1tetapakanmengantarkan juara tiga kali Liga Champions itu ke babak 8 besar. Belum jelasn y a kondisi kesehatan Rooney maupun kepastian absennya Michael Owen hingga akhir musim ternyata tidak mampu melunturkan semangat tempur plus kepercayaan diri para punggawa MU menghadapi Milan. Meski kehilangan dua pemain kunci itu membuat MU hanya tinggal memiliki satu penyerang senior dalam diri Dimitar Berbatov, optimisme tinggi tetap terlihat sangat jelas di wajah para pemain.Tanpa ragu, mereka mematok kemenangan sebagai hal yang tidak bisa dihindari saat Milan menginjakkan kaki di Theatre of Dreams. ”Kami akan kembali mengalahkan Milan dan lolos.Kami bahkan sangat percaya diri menjadi juara,” ujar Rio Ferdinand kepada Times Online. ”Ada atau tanpa Rooney dan Owen bukan masalah besar. MU adalah tim yang memiliki banyak pemain bagus dan tampil dengan kolektivitas tinggi. Berbatov, misalnya, tampil sangat bagus di lini depan. Dia mampu membuktikan sebagai penyerang tunggal yang fantastis,” kata pemain yang beroperasi di sektor belakang itu. Fakta objektif menunjukkan kehadiran Rooney membuat MU akan semakin ditakuti Milan.Pada pertemuan pertama Februari lalu, top skor sementara Liga Primer 2009/2010 itu tampil luar biasa di depan 78.587 pasang mata yang memadati San Siro. Dia membuat barisan pertahanan Milan kesulitan menerapkan strategi man to man marking.Dampaknya,Rooney berhasil mencetak dua gol yang membuat keyakinan Milanisti untuk mencatat prestasi bagus di Eropa menguap di depan mata. Beruntung bagi MU,saat legkedua akan digelar,Milan juga belum dapat memastikan kehadiran Alexandre Pato yang cedera hamstring. Meski Allenatore Leonardo membawa penyerang muda Brasil itu ke Manchester, tim medis belum mengeluarkan rekomendasi yang memberi izin berada di lapangan. Sembari menunggu lampu hijau tim medis,Leonardo kemungkinan besar akan memberi kepercayaan kepada Marco Borriello dan Klaas Jan Huntelaar menghuni sektor depan bersama Ronaldinho dalam skema ofensif 4-3-3.”Ini akan menjadi laga sangat berat bagi kami.Secara teori sangat sulit.Namun,sejarah menunjukkan tidak ada yang mustahil di sepak bola. Kami akan mengalahkan MU,”ujar Ronaldinho di situs resmi UEFA. Milan memiliki dua memori bagus di Old Trafford. Pada 2004/2005, kemenangan 1-0 di kandang MU pada babak 16 besar mampu mengantarkan Milan ke final untuk menjadi runner-upLiga Champions.Beberapa musim sebelumnya, tepatnya musim 2002/ 2003, Milan berpesta di Old Trafford sebagai juara Liga Champions. Saat itu mereka mengalahkan Juventus pada laga puncak dan membuat Milan mengumpulkan gelar keenam. (andri ananto) |