VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Peluang Ekspor Karet Kian Besar PDF Print
Tuesday, 09 March 2010
MEDAN (SI) – Imbauan menggunakan produk dalam negeri yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) dinilai menguntung Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor bahan baku karet terbesar ke negara adidaya tersebut.

Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Los Angeles Zulfikar mengatakan, produk dalam negeri AS yang paling diunggulkan adalah otomotif seperti Ford,Fiat dan lainnya.Industri itu sempat turun drastis karena krisis keuangan akhir 2008 lalu. ”Sekarang pemerintah AS ingin meningkatkan kembali industri otomotif di sana dengan menggerakkan penggunaan produk dalam negeri.

Itu menjadi peluang bagi Indonesia, khususnya Sumut sebagai penghasil karet,” katanya seusai acara Sosialisasi dan Informasi ITPC di Medan, kemarin. Sebagaimana diketahui, industri yang paling merasakan dampak krisis keuangan global di AS adalah otomotif. Dua industri otomotif terbesar di sana yakni PT General Motor dan Ford Motor terus menurun penjualannya. Bahkan, PT General Motor meminta perlindungan kepada pemerintah karena bangkrut.

Sekarang ini, pemerintah AS berusaha memulihkan industri itu kembali dengan mengimbau penggunaan produk dalam negeri, khususnya otomotif. Selain imbauan penggunaan produk dalam negeri, pengenaan tarif bea masuk (BM) Indonesia lebih rendah dibandingkan negara lain, khususnya China yang juga menjadi eksportir produk otomotif ke Negeri Paman Sam tersebut.

AS menerapkan BM untuk China sebesar 35%, sedangkan Indonesia lebih rendah dari BM yang ditetapkan kepada China. Hal itu menambah peluang Indonesia meningkatkan ekspor ke sana. “Dengan lebih murahnya BM Indonesia ke sana tentu memberikan peluang lagi bagi kita. Indonesia bisa mengambil pasar China itu,”ujarnya. Sebagaimana diketahui, China merupakan negara ekportir terbesar penyuplai ban ke Amerika. Sementara Indonesia hanya menyuplai bahan baku karet.

Tidak hanya itu saja,peluang lainnya yang juga bisa diambil Indonesia adalah menjadi pengekspor suku cadang, seperti seal dan lainnya. Untuk itu, pemerintah harus meningkatkan industri suku cadang dalam negeri terlebih dahulu. “Kita harus meningkatkan industri dalam negeri agar bisa mengisi share ekspor China yang diperkirakan akan menurun,” ujarnya.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah mengatakan, pada dasarnya AS memang merupakan negara tujuan ekspor karet Sumut. Selain AS, Singapura dan Jepang juga negara tujuan ekspor karet terbesar asal daerah ini. “Kita memang banyak mengekspor karet ke sana.Tiga negara yang menjadi pasar utama ekspor karet adalah AS, Singapura dan Jepang,”ujarnya.

Yang diperlukan saat ini adalah acuan harga ekspor karet dari Amerika.Selama ini pihaknya memperoleh acuan harga hanya dari Jepang dan Singapura. Informasi itu yang diharapkan oleh pengusaha karet. “Yang penting adalah acuan harga dari sana karena sebagai pasar ekspor terbesar, justru harga diperoleh dari Jepang dan Singapura, ”pungkasnya. (jelia amelida)

 
covermedan