|
||||||||||||||||||
| UNS Bidik Status WCU |
|
|
| Monday, 08 March 2010 | |
|
SOLO (SI) – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membidik status “World
Class University”(WCU). Untuk itu,melalui momentum Dies Natalis ke-34
kali ini,UNS mengambil tema WCU dengan konsekuensi pengelolaan UNS
menggunakan indikator pencapaian bertandar internasional. Rektor UNS Much Syamsulhadi menjelaskan, saat ini ranking UNS dari penilaian Webometric sudah menembus 1.585 dunia.Sedangkan di Asia, berdasarkan penilaian THES,UNS berada di posisi ke-171. “Orientasi UNS menuju WCU dalam kegiatan Dies Natalis diaplikasikan dengan berbagai bentuk seminar internasional,”jelas Syamsulhadi kemarin.
Dia menjelaskan, beberapa seminar internasional yang akan digelar antara lain “International Seminar an Open Source for Higher Education”, “International Seminar on Globalization: Social Cost and Benefits for the Third Word”, “International Seminar on Insight of Global Financial Crisis for Financial Stability”,dan lainnya. Menurut Syamsulhadi, dalam Dies Natalis kali ini pihaknya juga menggelar berbagai acara selain seminar. Seperti pameran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),lomba lari 11 kilometer, serta kejuaraan nasional (kejurnas) silat. Sedangkan acara khas yang digelartiapDies adalah pagelaran wayang kulit pada 24 Maret mendatang. Rencananya, dalang yang akan tampil adalah Ki Purbo Asmoro. “Untukacaraformal, Dies Natalis diisi dengan sidang senat terbuka pada 11 Maret nanti di auditorium,”paparnya. Pembantu Rektor (PR) I UNS Ravik Karsidi menambahkan, kegiatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis terbagi dalam beberapa bidang. Untuk bidang akademik atau kegiatan ilmiah terdapat 23 kegiatan dengan biaya Rp709,7 juta, bidang olah raga dan seni terdapat 33 kegiatan dengan biaya Rp318 juta. “Untuk bidang pengabdian pada masyarakat ada 26 kegiatan dengan biaya Rp283,6 juta,”ujarnya. Selain itu, untuk bidang iptek atau pameran, terdapat tujuh kegiatan dengan biaya Rp239,1 juta, dan bidang kehumasan ada delapan kegiatan dengan biaya Rp36 juta. Ravik berharap, dengan berbagai kegiatan khususnya kegiatan seminar internasional yang digelar mampu mendorong UNS menjdi WCU. Ravik juga mengatakan, pihaknya yakin dalam penilaian oleh Webometric dan THES periode berikutnya, UNS akan mampu memperbaiki ranking. Baik untuk ranking dunia maupun di tingkat Asia. Apalagi,saat ini UNS sudah mampu menembus rangking 1.500 dunia. Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan Webometric 11 Februari 2010,UNS masuk peringkat 1.500. Sebelumnya,pada Juli 2009, peringkat UNS masih berada pada posisi 1.617 dunia. Kemudian, per Januari 2010 UNS sudah menembus posisi 1.585 dunia. Sejak UNS aktif dalam Webometric tahun 2008,posisi UNS berada di level 4.600 dunia. Namun, perlahan-lahan peringkat UNS terus naik.Pada posisi bulan Januari 2009 lalu, ranking UNS masih dikisaran 2.100 dunia dan Juli 2009 pada ranking 1.617 dunia. Syamsulhadi mengatakan,dari hasil yang dikeluarkan Webometric tersebut, UNS masih lemah disisi scholar dan rich files dari tahun ke tahun.Menurutnya, terkait hal itu selama ini belum ada alat ukur statistik untuk melihat seberapa besar riset dan hasil riset yang telah dilakukan dan dihasilkan oleh sivitas akademika UNS. Saat ini, sejumlah ide besar akan dijadikan program. Antara lain membenahi penulisan dan publikasi ilmiah serta manajemen pengarsipan di level UNS, nasional, dan internasional,memetakan produk riset sivitas akademika UNS, menambah alokasi dana untuk penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta mentransformasikan mainset atau cara berfikir sebagian masyarakat UNS yang belum menjadi bagian masyarakat yang hidup di era informasi. (sumarno) |