VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Jamming PDF Print
Monday, 08 March 2010
SERING kali dalam dunia bermusik, kita dengar kata ”jamming”, atau ajakan ”jamming yuk...” bahkan yang bukan musisi juga sering mengucapkannya. Di kota urban heterogenic seperti Jakarta apalagi,sudah umum.


Yang jelas, ajakan jamming membawa semangat persahabatan. Karena disepakati ada kebersamaan di dalam praktiknya. Antara musisi dan yang hobi bermain musik atau antarteman satu ”tongkrongan” antar anak band,beda grup,atau bahkan beda aliran genre. Jamming juga dapat berati ”sharing”. Berbagi ekspresi, dengan cara yang terbuka dan sopan. Memotong ekspresi yang belum selesai dari partner jamming adalah ”nggak asyik” begitu juga kalau lupa waktu dalam berimprovisasi sehingga menguasai seluruh porsi untuk diri sendiri tanpa ingat partner lain. Karena tujuannya untuk membangun atau mengembangkan keindahan.

Seperti berdiskusi atau ngobrol santai saja lewat permainan musik. Di Indonesia istilah jamming ini biasanya digunakan oleh musisi jazz. Maka berkembang sebuah wacana,jika jammingitu milik musisi jazz atau pencinta jazz. Saya sendiri kurang setuju. Sebab, kalau kita tilik ulang, kata asal ”jamming” ini adalah ”jam” yang dapat diartikan ‘bermain bersama ,tanpa persiapan, atau konsep. Biasanya merujuk pada beberapa chord yang disarankan oleh satu atau beberapa pemainnya. Atau bisa juga memainkan lagu yang sudah dikenal sesama partisipan jamming. Bisa juga menjadi cikal bakal pengembangan aransemen sebuah lagu atau dasar penciptaan aransemen lagu baru.

Memang benar bahwa pemusik jazz lebih gemar ber-jam session. Dan juga menyebutkan kata jamming ini lebih sering.Namun, bukan berarti genre lain tidak melakukannya. Kemungkinannya juga tidak tertutup,sebab musik adalah bahasa universal. Bob Marley sendiri sudah mempergunakan kata itu sebagai judul lagunya di tahun 70 an. Lagi pula banyak juga band yang lahir karena jamming session. Kombinasi beberapa musisi dari genre berbeda pun bisa melahirkan sebuah tim baru karena merasa cocok dan tertarik dengan ide instan yang muncul atau bahasa improvisasi yang mengalir saat jamm session. Contoh nyata adalah ESQI:EF - grup saya ini. Bisa kita sebut juga ”iseng”tetapi ”serius” dalam menuang ide berekspresi, sesuai warna masingmasing personal.

Kesepakatan dan patuh rambu ” toleransi” termasuk nilai yang dapat kita petik dari kebebasan berekspresi dalam kegiatan jamming session. Sebab, sebuah komposisi atau lagu tetap tidak boleh kehilangan keindahan dan harmoni. Ini membuat jammingmenjadi bermakna, menarik, sekaligus jadi ”pembaca sifat”seseorang (musisi). Bagi saya pribadi,menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Tidak hanya sekadar main-main kosong belaka. Saat jamming session juga menjadi saat yang ditunggu-tunggu para musisi. Karena di session itulah mereka bisa ”beramah-tamah ” secara musikal. Saya bertemu dedengkot gitar akustik Oele Pattiselano di Java Jazz Festival, jam 11.00 malam,beliau masih segar bugar dan mengatakan akan menghadiri jamm-session di ruang yang sudah ditentukan panitia.

Artinya, bisa bertemu dengan kawan2 musisi dari negara lain, dan berkomunikasi secara musikal. Sungguh energik. Kebersamaan dalam jamming adalah sebuah keindahan dan harmoni yang dijaga dan dikomunikasikan secara bebas. Betapa bahagianya jika kehidupan sehari-hari kita berdampingan dengan alam. Suku, bahasa, ras, yang berbeda, dan juga bisa terjaga seperti jamming session. Bob Marley juga menggubah sebuah lagu berjudul Jamming, dengan lirik yang sangat ramah. Menggambarkan suasana tak berkisi antarmanusia.

Mengisahkan hidup ini adalah sebuah jamming session perjuangan,tak henti hingga hidup itu sendiri berhenti. We’re jammin’: I wanna jam it with you. We’re jammin’ jammin’ And i hope you like jammin’ too. Ain’t no rules ain’t no vow we can do it anyhow: I’n’i will see you through ( eye and eye will see you through) ‘cos everyday we pay the price with a little sacrifice Jammin’ till the jam is through. Ajakan saya adalah : let’s jamm for the sake of harmony.................(*