VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Berharap Populer di Asia PDF Print
Saturday, 06 March 2010
PENAMPILAN penyanyi Sandhy Sondoro benar-benar ditunggu para penggemar jazz. Banyak yang penasaran melihat aksi juara German Idolini di atas panggung.Bertempat di Dji Sam Soe Flavour Lounge 18+, aksi panggung Sandhy yang dimulai pada pukul 22.00 WIB,Jumat (5/3), langsung dipenuhi penonton.


Bahkan, 30 menit sebelum dibuka, para penonton ini sudah rela mengantre. Menariknya, ruang Dji Sam Soe Flavour Lounge 18+ yang berkapasitas sekitar 5.000 orang ini ternyata tidak cukup menampung penonton yang ingin menyaksikan penampilan pemuda Indonesia yang berkibar di Eropa ini. Bahkan, setengah jam Sandhy menunjukkan aksinya,sekitar 400 orang penonton masih rela antre berharap bisa masuk. Sementara kondisi di dalam ruangan sendiri sangat panas akibat berdesak-desakan. Kondisi itu membuat panitia kewalahan. Total,Sandhy menyanyikan 12 lagu.“Saya suka lagu-lagunya.Makanya saya ingin nonton.

Enggak apa-apa sebentar juga.Yang penting bisa menyaksikan langsung,” kata Mercy, salah satu fans berat Sandhy. Pihak penyelenggara JJF 2010 tahu betul kalau penyanyi berbakat ini sedang digandrungi masyarakat. Karena itu, penyanyi kelahiran Jakarta,28 tahun lalu ini tampil dua kali. Pada hari kedua, Shandy ditempatkan di venueyang lebih luas.Tepatnya di A3 BNI Hall dengan kapasitas sekitar 7.000 penonton. “Musik yang saya mainkan itu campur, tidak terfokus pada satu genre saja. Memang nuansa rock lebih kental, tapi unsur pop, jazz, dan lain-lainnya tetap ada,” kata Sandhy.

Seperti pada album barunya, Sandhy terang-terangan menyebut judul albumnya terbarunya memiliki unsur jazz. Pada album tersebut Sandhy memberi judul cover-nya “Jazz In The City with Sandhy Sundoro”. Melalui JJF 2010, Sandhy berharap untuk memulai langkahnya menyentuh negara-negara Asia. Berikut petikan wawancaranya.

■Bagaimana Anda melihat perhelatan JJF 2010?

Ketika saya diundang, saya langsung setuju. Saya merasa bangga bisa terlibat dalam acara ini. Saya pikir banyak musisi yang ingin tampil di ajang JJF. Bukan saja musisi Indonesia, tapi juga dunia. Musik saya sebenarnya tidak murni jazz, tapi campuran berbagai genre. ■

Apakah ada perbedaan tampil di JJF 2010 dengan tempat lain?

Dari segi musik, pastinya ada. Festival ini sangat besar. Dihadiri wisatawan dari Jepang, China, Singapura hingga Malaysia.

■Ada persiapan khusus?

Selain latihan, saya juga mengajak juga band saya dari Jerman untuk dikolaborasikan dengan teman-teman di Jakarta. Tidak sulit memadukannya. Mereka paham dengan apa yang saya inginkan. Hanya sedikit memberi variasi dalam bermusik.

■Ada rencana setelah JJF 2010?

Saya tidak terlalu banyak agenda. Pastinya rekaman dan membuat lagu baru. Tidak gampang membuat karya yang bisa dinikmati banyak orang. (tedy achmad)

Memuja Perempuan dengan Lagu Rayuan

SEBUTitu takdir,jalan hidup,atau panggilan jiwa. Tapi,senyatanya memang ada orang yang terlahir untuk bernyanyi dan membuat musik.

Orang itu adalah John Legend. Tidak mudah mencapai posisi terhormat sebagai seorang musikus dunia seperti yang dicapai John Legend sekarang ini. Butuh lebih dari keberuntungan, wajah rupawan, atau lagu-lagu yang merayu. Semua,bagi John,adalah hasil dari sebuah kerja keras tanpa henti. John diperkenalkan pada musik ketika berusia 8 tahun dan menulis lagu sejak SMA.Dia sangat enjoyberada di atas panggung.Dari rekan sekampusnya,Devo Harris, John mengenal rapper Kanye West. Bersama Kanye, John mulai menggarap berbagai project.

Dari sekadar membantu musikus lain,John akhirnya menemukan kesempatan untuk merilis album sendiri. Kerja keras pria kelahiran 28 Desember 1978 ini sebagai penyanyi, penulis lagu, arranger, serta produser dalam menapaki industri musik sejengkal demi sejengkal mulai terbayar. Seputar Indonesia berkesempatan untuk mewawancarai peraih enam penghargaan Grammy Awards ini di Hotel Borobudur, Jakarta, hanya beberapa jam sebelum penampilannya di ajang Axis Jakarta International Jazz Festival (JJF) 2010. John yang kala itu tampak segar berpakaian kemeja kotak-kotak bernuansa peach dengan manis bertutur tentang kekagumannya kepada perempuan dan cinta pertama pada musik. Berikut ini kutipannya.

■ Seperti apa Anda mendefinisikan kehidupan glamor seorang artis? Anda tampak jarang sekali mendapat kabar miring?

Saya terlalu sibuk untuk membuat musik sehingga tidak sempat ”bertingkah” dan masuk dalam kolom gosip media. Saya hanya melakukan apa yang saya suka yaitu musik.

■ Anda bertumbuh dengan akar musik seperti apa,dan bagaimana perkembangannya?

Saya berasal dari lingkungan gereja, mendengarkan banyak musik gospel. Kemudian bertumbuh dengan berbagai rekaman keluaran Motown Records, atau musik R&B era 1990-an. Sekarang mulai banyak mendengarkan jenis musik berbeda di luar mainstream.

■ Dari sekian banyak kolaborator, yang mana favorit Anda? Dan siapakah target berikutnya?

Saya membuat musik dengan banyak artis hebat. Jay-Z, Kanye West, hingga Andre 3000. Di luar mereka, saya juga bertemu musisi hebat, kolaborator yang berbakat, dan semoga nanti kami bisa bekerja sama membuat musik yang hebat pada masa mendatang.

■ Adakah orang-orang tertentu menginspirasi setiap lagu,katakanlah Everybody Knowsdari album Anda,“Evolver”?

Terkadang inspirasi tidak harus sesuai dengan cerita lagu. Saya hanya menulis,mendapat pengalaman, atau mendengar pengalaman oranglain.Tidakharusdialamiorang tertentu.Tetapi,benang merahnya, kita adalah pejuang cinta, orang yang berjuang untuk cinta.We’re just ordinary people(mengutip salah satu lirik lagu hits-nya).

■ Dari semua album,mana yang paling Anda suka?

Semua! Album saya adalah cerminan diri saya pada masa itu. Apa yang terjadi dalam proses rekaman biasanya hal relevan dalam masa itu.Tetapi,sebagai musisi, saya harus banyak melakukan eksplorasi.Kemudian tetap saja harus setia pada akar musik saya yaitu soul.

■ Lagu-lagu Anda biasanya merayu,membuat perempuan melambung. Begitukah citra yang ingin Anda bentuk?

Well, saya tidak keberatan jika orang-orang menilai saya adalah pemuja perempuan.Ha-ha-ha.

■ Di beberapa lagu Anda tampak begitu ”nakal” dan seksi.Misalnya P.D.Adan CrossThe Line.Apakah aslinya John Legend memang seperti itu?

Ha-ha-ha,bisa jadi demikian.

■ Sesuai nama belakang Anda, Legend.Menurut Anda,apakah Anda sudah pantas disebut legendaris?

Saya belum merasa sebagai legendaris. Tetapi, saya pikir, legendaris berarti kalian menjuarai beberapa masa,dan selalu menciptakan karya yang spektakuler sepanjang karier.Saya harap nanti bisa sampai ke sana.

■ Apa arti penggemar bagi Anda?

Saya mencintai mereka. Mereka datang ke konser saya dan i k u t bernyanyi bersama. Kadangsaya memejamkan mata sebentar, untuk kemudian menoleh kepada mereka dan tetap menjaga kami tetap saling memperhatikan. Ada cerita unik waktu saya merekam DVD di Barkeley. Ada seorang perempuan lompat ke atas panggung dan memeluk saya dari belakang.

■ Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Wowbanyak teman saya bilang, kamu harus ke Bali, tetapi saya di sini hanya satu hari.Pasti lain waktu saya kembali untuk liburan.

■ Oh ya ada rencana main film lagi setelah Soul Men?

Hmm, rasanya idak untuk menjadi profesi tetap. Saya mencari bentuk lain yang lebih suistanable.

■ Apakah Anda juga memiliki akun Twitter?

Ya, saya suka berbagi dengan para penggemar. Begitu juga dengan banyak orang. Namun, ada hal-hal yang saya lebih suka simpan sendiri. Dan tentu, hal itu tidak untuk konsumsi Twitter. (johana purba)