|
||||||||||||||||||
| Jaga Perkembangan Musik Jazz |
|
|
| Friday, 05 March 2010 | |
|
MUSIK jazz sudah mulai bangkit dan diterima pasar Indonesia.Apalagi,Indonesia sudah mampu menggelar festival jazz terbesar di dunia,seperti Java Jazz Festival.Inilah yang membuat Indra Lesmana bangga. Namun, sesuatu yang paling membuat Indra gembira karena musik jazz mampu menarik minat kawula muda Indonesia.Agar musik jazz ini benar-benar menjadi musik yang lebih disukai masyarakat, Indra membentuk sebuah wadah yakni Inline Music. Anak pasangan tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior pada tahun 1960- an Nien Lesmana, ini mengaku sengaja membentuk sebuah label yang banyak menampung musisi jazz dalam berkarya. Melalui Inline Music, Indra berusaha menggapai impiannya. Seperti apa? Berikut petikan wawancaranya. ■ Bagaimana dengan para penikmat jazz, apakah semakin meningkat jumlahnya? Saya lihat itu. Contohnya saja Java Jazz ini. Banyak orang yang menyaksikan penampilan musisi jazz. Jazz itu tidak sama dengan publik. Artinya, perkembangan keduanya tidak bisa berbanding sama,meski sekarang ini memang antusias masyarakat sangat besar terhadap jazz. Bagi saya, yang terpenting adalah perkembangan musisi jazz ini terjaga. Kami buat lingkungan jazz ini lebih kuat dan besar. Sementara itu, kehadiran masyarakat atau penikmat musik jazz ini hanya sebagai efek samping sebagai sebuah bonus dari hasil karya yang sudah dibuat para musisi. ■ Bagaimana Anda melihat perkembangan para musisi jazz dewasa ini? Saya melihat banyak anak muda yang belajar sungguh-sungguh tentang musik jazz.Malah,ada yang belajar ke Belanda,Australia, dan Amerika.Itu artinya sudah banyak generasi muda yang peduli dengan jazz, dan itu akan membawa pengaruh jazz pada masa depan nanti. ■ Apakah Anda tidak memikirkan penikmat musik jazz? Tidak terlalu memikirkan karena kami lebih ingin membuat sebuah komunitas yang besar dulu, tapi nantinya masyarakat akan ikut dengan sendirinya. Seperti yang saya bilang kalau musiknya itu sudah punya karya, masyarakat ini hanya efek dan mereka akan suka jika musik yang dihasilkan menarik hatinya. Kami lebih menguatkan komunitas jazz ini karena jazz ini sebagai seni yang kompleks. Ilmunya itu eksak dan belajarnya itu butuh waktu. Kalau ke mampuan atau skill-nya bagus, seseorang akan cepat belajar selama dua tahun. Di Indonesia masih banyak orang yang salah menilai soal musik jazz.Musisi yang sedikit berirama jazz saja sudah dibilang musisi jazz, padahal tidak demikian. Sementara kalau saya bermain rock, apakah dibilang penyanyi rock.Kan tidak.Tapi para musisi ini punya cita rasa jazzy. ■ Seperti apa wadah yang Anda bentuk untuk para musisi jazz sekarang ini? Saya punya Inline Music, wadah untuk recordingatau semacam label. Tadinya fungsinya seperti itu, tapi lambat laun menjadi komunitas pemusik jazz.Kami sudah berjalan sejak 2007 lalu dan sekarang banyak musisi yang bergabung. Ini sebuah perkembangan yang menarik. ■ Apa saja yang sudah dihasilkan dari Inline Music ini? Saya banyak dibantu istri (Hanny Trihandojo) saya. Dia banyak mengatur tentang artis. Bagi saya, wadah ini menjadi kontrol musisi jazz dan setiap tahun ini banyak musisi yang sudah menghasilkan karya-karya di tempat kami. Untuk sekarang, saya sedang memproduseri seorang wanita untuk menjadi penyanyi jazz. Dia ini jebolan Indonesian Idol. Saya lihat suaranya itu bagus. Namun, dia masih kurang pengalaman dalam bermusik. Maka itu, saya terus asah kemampuannya. Namanya Monita. Sekarang dia punya satu album dan akan dinyanyikan di Java Jazz 2010 ini. Kami akan duet pada beberapa lagu.Saya juga akan tampil bersama teman-teman musisi jazz lainnya, sekaligus melihat perkembangan mereka selama setahun belakangan ini,terutama musisi dunia. ■ Apa yang akan Anda sajikan dalam Java Jazz 2010 ini? Pastinya saya akan bermain musik. Mungkin kalau yang menarik itu, saya akan main bersama musisi jazz Indonesia dari empat generasi yang berbeda.Musisi yang eksis di zaman ayah saya. Ini akan menjadi pengalaman menarik. Namun jazz itu bukan dilihat dari usia,melainkan semangat dan energi yang dikeluarkan.Saya pikir kami akan memberikan sajian yang menarik. Saya juga akan membawakan lagu-lagu saya, terutama album “Joy Joy Joy”. Nah,ini bedanya.Mungkin bagi masyarakat umum banyak yang belum tahu album “Joy Joy Joy”ini. Tapi bagi kalangan musisi jazz, mereka tahu dan bisa menyanyikan lagu-lagu di album tersebut. ■ Bagaimana Anda melihat Java Jazz? Saya senang ada wadah bagi para musisi jazz untuk tampil dan menuangkan karya-karya mereka. Untuk saya, pastinya saya bisa melihat perkembangan tiap musisi terutama skill yang mereka miliki. Selama satu tahun itu pasti ada perkembangannya. ■ Ke depannya apa yang akan Anda lakukan terhadap musik jazz? Untuk saya, saya akan terus bermain dan meningkatkan skill main piano. Saya akan duduk di belakang layar dan membuat karya-karya terbaik, dan saya akan mengangkat roda musik jazz bisa berkembang lagi. Salah satu caranya melalui Inline Music.(tedy achmad) |