|
||||||||||||||||||
| Ajang Pembuktian Penyanyi Jazz Wanita |
|
|
| Friday, 05 March 2010 | |
|
AJANG AXIS Jakarta International Java Jazz Festival 2010 ini menjadi wadah potensial untuk menunjukkan musikalitas yang dimiliki para musisi dalam negeri.Tak terkecuali solois jazz wanita Indonesia. Penyanyi solo wanita untuk genre musik jazz boleh dibilang bisa dihitung dengan jari.Apalagi di tengah maraknya kelompok band yang tengah digandrungi dalam industri musik di Indonesia. Para penyanyi jazz terasa tenggelam di antara mereka. Namun, eksistensi mereka di jalur musik jazz ini patut diacungi jempol. Sebut saja Andien, Rieka Roeslan, Syaharani, Carolina Agustine Kamarie atau Ina, mantan grup vokal Dewi-Dewi. Belakangan muncul nama Monita,penyanyi jebolan Indonesian Idol 2 yang lebih memilih jazz sebagai jalan kariernya. Kehadiran Monita sebagai penyanyi jazz pendatang baru menambah barisan solois wanita yang memilih jalur jazz. Awalnya dia memang melangkah ke genre musik pop. Namun, seiring perjalanan bermusiknya, dia lebih menikmati musik yang berasal dari Amerika Serikat ini. “Indonesian Idolsemakin membuka wawasan aku untuk memilih musik yang sesuai dengan kata hati. Aku sangat suka jazz. Pas pertama kali mendengarnya asyik banget,”seru Monita. Sejak terjun ke jalur jazz, Monita mengaku lebih serius bermusik. Selama ini wanita kelahiran Jakarta, 21 Juli 1987, ini tidak terlalu menganggap dunia tarik suara sebagai pekerjaan,tapi lebih untuk menyalurkan bakat saja. Belakangan, ketika Indra Lesmana memperkenalkan jazz, wanita murah senyum ini langsung menganggap musik sebagai pekerjaan serius yang harus ditekuninya. Dia merasa enjoy menjalani pekerjaan itu. “Aku mulai tahu mimpi aku. Aku terlibat dengan banyak musisi jazz.Aku merasa punya warna.Aku bekerja sama dengan mas Yovie, Andrea Hehanusa,Indra Lesmana, dan banyak lagi.Aku merasa punya wadah yang selama ini aku cari,” ungkap Monita. Soal orang suka atau tidak dengan genre musik yang diusungnya, Monita mengaku hal itu sebagai selera pasar saja dan dia tidak terlalu memikirkan hal itu. Baginya, yang terpenting adalah kesenangan hati dalam menjalani sebuah pekerjaan. Namun sebagai musisi, Monita hanya berusaha membuat karya yang terbaik dan terus menggali potensi yang ada. Untuk hasil, semuanya ditentukan masyarakat. Nah, hasilnya itu akan dituangkan pada Java Jazz Festival 2010ini. Monita akan memperkenalkan karyanya ke publik dengan menyanyikan lagu berirama jazz yang termuat di album perdananya bertajuk “Dream,Hope & Faith.” “Aku akan menyanyikan lagulagu aku sendiri. Saat itu orang akan melihat dan merasakan musik aku dan di situlah orang akan menilai dan menyatakan seleranya,” ungkap Monita. Demikian dengan Andien. Dia akan membuktikan bahwa musisi jazz wanita Indonesia ini bisa bersaing dan memberi karya terbaik. Tahun ini menjadi bukti kehebatan Andien dalam bermusik. Andien dipercaya untuk tampil solo. Selama ini dia selalu tampil duet dengan musisi lain. Penampilan pertamanya ini tentu membuatnya bahagia. Pelantun tembang Bisikan Hati ini berusaha maksimal. Apalagi dia akan tampil selama 1 jam lebih. Untuk itu, perempuan bertubuh mungil ini sudah menjalani proses latihan sejak minggu lalu guna memberi penampilan terbaik di Java Jazz 2010 ini. “Deg-degan pasti karena ini pertama kalinya aku tampil solo dan pastinya senang banget soalnya sudah lama aku menginginkan solo performance di Java Jazz,” ungkap Andien dengan senyum. Dalam kesempatan itu,Andien akan menyanyikan tembang-tembang andalannya. Dia akan memilih lagu terbaik di album pertama bertajuk “Bisikan Hati” sampai album terbarunya, yang belum resmi dipublikasikan. “Aku akan menyanyikan lagu baru di Java Jazzini.Mungkin setelah Java Jazz ini selesai, aku akan keluarkan album dan ini sebagai perkenalan pertama,” bebernya. Demikian dengan Syaharani. Konsistensinya di jalur musik jazz ini sudah tidak diragukan lagi. Pada Java Jazz 2010ini,Rani,sapaan akrab Syaharani,memperlihatkan eksistensinya pada musik jazz dengan menyanyikan lagu-lagu terbarunya di album “Anytime.” Menurut Rani,jazz sebagai jalan hidup yang harus dilalui.Selama ini dia tidak pernah memilih sebuah aliran musik. Namun, musik yang dijalani itu lebih mengalir begitu saja dalam kehidupannya. “Musik itu tidak memilih.Pada awalnya saya mencoba menjalani berbagai jenis musik rock atau pop. Tapi secara lingkungan, ternyata saya lebih banyak berada di jazz. Keluarga saya, teman-teman saya, dan bertemu dengan banyak orang yang memang berkecimpung di jazz. Makanya, saya melihat jazz bukan sebagaipilihan,tapisebagai jalan hidup,”ucap Rani.(tedy achmad) |