VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Kembali Bernyanyi & Bergoyang PDF Print
Friday, 05 March 2010

HIDUPNYA pernah hancur lebur karena masalah kebangkrutan, penyakit berat,anak yang terkena autis, sampai perceraian yang menyakitkan.Namun Toni adalah Toni,penyanyi yang siap untuk bersinar lagi.

Toni sudah kembali, dengan kekuatan penuh. Ini terbukti dengan akan diluncurkannya ”Pulse”, album terbaru Toni,pada Mei mendatang. ”Pulse” adalah album yang muncul setelah lima tahun absennya dia di dunia rekaman musik. Dengan strategi menggandeng penyanyi muda Trey Songz,perempuan bernama lengkap Toni Michelle Braxton ini menghentak dengan singel pertamanya, lagu romantis berjudul Yesterday.

Sedangkan singel keduanya, Make My Heart,digarap lebih up beat dan bergaya hip hop. Serasa ingin menunjukkan bahwa dia masih muda dan energik, perempuan berusia 43 tahun ini bergoyang persis layaknya Beyonce di video klip Single Ladies. Sejauh ini, dua singelnya (singel pertama diluncurkan pada 18 September 2009) direspons positif pencinta musik.

Meski sesungguhnya, respons terbesar ialah karena mereka tak menyangka bahwa salah satu penyanyi R&B terbaik di dunia ini masih punya tenaga untuk kembali ke hingar-bingar dunia musik. Kembalinya Toni ke dunia musik memang sangat dramatis. Dia sempat mengalami kebangkrutan, berutang jutaan dolar, hingga terpaksa harus menjual dua dari enam piala Grammy Awards miliknya hanya untuk membayar utang tersebut.

Dua album terakhirnya juga tak sukses secara komersial. Lebih tragis,karena anak hasil dari pernikahannya dengan Keri Lewis dinyatakan mengidap autis. Terasa masih belum cukup,Toni ikut-ikutan terkena penyakit. Dia didiagnosis terkena micro-vascular angina (sejenis penyakit pembulu darah) dan tumor payudara.Puncaknya, dia harus bercerai dengan Lewis akhir 2009 lalu.

Bahkan saat sudah akan memulai langkah barunya di album terbarunya, ”Pulse”, album inimalahmengalamipenundaanpeluncuran, dari yang seharusnya Januari menjadi Mei mendatang. Menyikapi rentetan masalah tersebut,Toni dengan sadar mengakui bahwa masa-masa tersebut adalah masa-masa terkelamnya. Namun, dia mengaku segala masalah tersebut justru membuatnya semakin kuat.

Berawal dari soundtrack

Suara berat dan indah Toni Braxton dikenal masyarakat lewat soundtrack film Boomerang, dibintangi Eddie Murphy. Antonio ”L.A.”Reid dan Kenny ”Babyface” Edmonds yang mengajaknya menyanyikan lagu tersebut langsung terpukau dan langsung menggamit Toni untuk membuat album perdana. Maka muncullah album Toni Braxton pada 1993.

Langsung,singel yang ada di albumtersebutmemasukitingkatbergengsi di tangga lagu Billboard,dan penjualan albumnya meledak hingga 15 juta kopi untuk penjualan di seluruh dunia.Lebih hebat lagi, album tersebut memberikan tiga Grammy Awards dan dua American Music Awards dalam dua tahun berturut- turut (1994–1995). Pun begitu dengan album keduanya,” Secrets”(1996).Penjualan album tersebut di seluruh dunia mencapai 20 juta kopi.

Yang paling dahsyat, singel paling populernya, Unbreak My Heart duduk di puncak tangga lagu Billboard selama 11 minggu berturut-turut. Lagi-lagi, dia diganjar dua piala Grammy Awards dan dua piala American Music Awards. Berikutnya, ”The Heat” diluncurkan pada 25 April 2000. Singel He Wasn’t Man Enough langsung menduduki tangga lagu Billboard dan MTV.

Masih di tahun yang sama, Toni Braxton mendapat penghargaan ”Aretha Franklin Award for Entertainer of the Year” pada acara Soul Train Lady of Soul Awards. Tradisi Grammy untuknya masih berlanjut ketika tahun berikutnya mendapatkan Grammy Award keenamnya. Dalam ajang American Music Awards 2001, Toni Braxton kembali meraih penghargaan ”The Best R&B/Soul Album”. Setelah itu,datanglah masa-masa suram Toni.Tahun 2002,kariernya mulai menurun.

Kesehatan yang buruk membuat Toni sulit mempromosikan album keempatnya, ”More than A Woman” (2002). Kariernya makin redup ketika Toni bermasalah dengan penguasa industri musik R&B/Soul. Belum lagi perselisihan dengan manajernya sendiri.Album kelimanya yang diberi judul ”Libra”, juga tidak sukses di pasar. Meski terpuruk, sebenarnya kariernya di dunia pertunjukkan tetap cemerlang.Yang paling menakjubkan ialah saat dia dan Il Divo didaulat untuk menyanyikan The Time of Our Lives di Piala Dunia Sepak Bola di Jerman.

Penampilannya nanti malam di Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2010 tentu menjadi sesuatu yang istimewa bagi penikmat musik di Tanah Air.Selain menjadi bagian dari orang-orang pertama yang akan menyaksikan penampilan pertamanya sebelum meluncurkan album terbaru secara resmi, penonton juga bisa menyaksikan sendiri betapa tangguhnya Toni melewati berbagai cobaan hingga akhirnya mampu berdiri, bernyanyi, dan siap bersinar kembali.(herita endriana)