|
||||||||||||||||||
| Menanti Tarian Jemari Lee Ritenour |
|
|
| Friday, 05 March 2010 | |
|
KEINDAHAN nada-nada dari jemari lincah Lee Mack Ritenour kembali bisa disaksikan nanti malam di perhelatan Java International Jazz Festival (JJF) 2010. Lee akan ”mengoyak” panggung D1 Tebs Hall, Kemayoran, mulai pukul 22.15 WIB. ”Saya sudah tidak sabar melihat lagi kecepatan jemari Lee,” ujar Indra, salah seorang penggemar jazz. Ya, Lee mendapat label ”Kapten Jemari” bukan tanpa sebab. Permainan gitarnya sangat lincah, energik, tapi juga tetap smooth. Lagu-lagu seperti Rio Funk ataupun Bali Run, misalnya, asyik sekali didengarkan sambil bersantai. Lee lahir di Los Angeles pada 11 Januari 1952. Karier profesionalnya sudah dimulai sejak dia berusia 16 tahun. Di usia 18 tahun, dia sudah bermain untuk Tony Bennett dan Lena Horne. Pada 1976, Lee mulai bersolo dan melahirkan lebih dari 40 album (termasuk kolaborasi dengan berbagai pemusik andal). Pola permainan Lee memang berubah-ubah. Di awal kariernya, Lee bermain dengan gaya yang lebih smooth. Terutama saat dia berkolaborasi dengan Wes Montgomery, Joe Pass, hingga Barney Kessel. Dari situ, gaya alur permainan dan suara sentuhan gitarnya tampil lebih menonjol. Utamanya ketika dia berkolaborasi dengan Herbie Hancock, Steely Dan, Dizzy Gillespie, Sonny Rollins, dan Pink Floyd. Pada 1990-an bersama Bob James, Havey Mason, dan pemain bass Nathan Eas, Lee membentuk grup Fourplay. Dalam sekejap mereka menjadikan grup ini sebagai angkatan dari kancah musik jazz. Grup itu menelurkan berbagai album soul/jazz/funk fussion dinaungi Warner Brothers Records. Salah satu hit mereka mampu bertahan hingga 33 minggu tangga lagu Contemporary Jazz Billboard. Pada 2004, Lee Ritenour membuahkan proyek yang sangat ambisius, dengan membuat 5.1 soundDVD yang diberi nama Over Time, di mana DVD ini berdurasi 2.5 jam, dengan 19 lagu yang mencakup karya-karya dari era 70-an hingga 2004.(danang) |