VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Waspadai Penyebaran Virus Influenza PDF Print
Wednesday, 10 February 2010
JAKARTA (SI) – Kementerian Kesehatan akan terus memantau penyebaran infeksi virus influenza A subtipe H1N1 dan H5N1 yang lebih dikenal flu burung kendati kasusnya sudah sangat jarang. Bulan lalu misalnya, hanya adasatulaporankasus H1N1 dan itupun tidak fatal.


Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, selain memantau penyebaran penyakit, pemerintah juga tetap menjalankan langkah pencegahan dan pengendalian dalam rencana kesiapsiagaan nasional menghadapi pandemi influenza sesuai fase pandemi WHO. “Pengendalian masih terus berjalan. Rumah sakit rujukan flu burung dan flu A H1N1 tetap siap memberikan pelayanan dan beberapa rumah sakit juga masih mempertahankan keberadaan ruang isolasi,” ujarnya di Jakarta,kemarin.

Upaya terbaru yang dilakukan, lanjut Tjandra, adalah dengan mengembangkan program peternakan sehat yang merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Menurut dia,program yang diluncurkan di Sukabumi pekan lalu, bertujuan membangun desa sehat dan ternak sehat guna mengendalikan penyebaran virus influenza pada hewan ternak. ”Penyakit yang asalnya dari hewan dapat menular ke manusia sehingga ternak juga harus dijaga. Selain itu, lokasi peternakan unggas juga direlokasi letaknya.Tidak boleh lagi berdekatan dengan pemukiman,” tandasnya. Dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit influenza juga datang dari lembaga internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Uni Eropa.

Kepala Perwakilan WHO di Indonesia Stephan Jost mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan virus secara melekat oleh jaringan laboratorium WHO dan melakukan konsultasi dengan negaranegara anggotanya. “Risiko mutasi virus yang memungkinkan terbentuknya virus baru yang lebih ganas dan menular dari manusia ke manusia tidak bisa diprediksi.Sebab itu,kita harus selalu siap,”ujarnya. Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa Julian Wilson mengatakan, Uni Eropa menyediakan 70% dari dana global AHIF atau Fasilitas Flu Burung dan Manusia.

Hibah Uni Eropa sebesar 13,5 juta euro yang dikelola WHO telah membantu Indonesia secara substansial,di antaranya dalam hal pelatihan pengendalian infeksi bagi 100 rumah sakit rujukan penanggulangan flu burung, pelatihan pengendalian mutu bagi jaringan laboratorium flu burung, dan proyek percontohan Pasar Pangan Sehat di 10 wilayah. Sebagaimana diketahui, penyebaran virus flu burung telah merambah sebagian besar provinsi di Indonesia.Bahkan,penyebarannya sudah pada tahapan kluster.

Namun, penyebaran ini masih kategori IIatau dari binatang ke manusia. Karena itu, pihak pemerintah terus mewaspadai adanya kemungkinan perubahan penyebaran dari manusia ke manusia.Meski saat ini, kasus tersebut sudah jarang terjadi lagi di lingkungan masyarakat. (inda susanti)