|
||||||||||||||||||
| ITS Rancang Rumah Tahan Gempa |
|
|
| Tuesday, 09 February 2010 | |
|
SURABAYA (SI) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
berhasil mengembangkan desain rumah tahan gempa. Desain rumah tahan
gempa ini menggunakan sistem pracetak. Selain tahan gempa, ITS mengklaim rumah ini juga cepat dibangun, hanya diperkirakan memerlukan waktu empat hari untuk membangun rumah ini. Desain rumah tahan gempa ini merupakan hasil kreasi dan penelitian 11 dosen ahli ITS. Koordinator Penelitian ITS, Tavio, mengatakan bahwa rumah ini menggunakan bahan pracetak yang ditempatkan pada fondasi, lantai, dinding, dan atap. Bahan pracetak ini terbuat dari beton ringan namun kuat. ”Pracetak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan material konstruksi lain. Antara lain kekuatan dan mutu yang terjamin atau lebih terkontrol karena dibuat di pabrik,” katanya saat memaparkan hasil penelitian ITS di Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan di Kampus ITS Surabaya kemarin. Selain memiliki keunggulan dalam berat yang ringan dan kuat, bahan pracetak juga dinilai mampu menghemat biaya.Pracetak ini juga menjadikan beton lebih awet dan tahan lama serta ramah lingkungan. Kepala Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS ini menambahkan, struktur yang digunakan dalam rumah tahan gempa pracetak ini ada dua sistem. Pertama, sistem struktur rangka terbuka, yakni sistem struktur yang terdiri dari rangka balok kolom untuk menahan beban gempa dengan dinding pengisi yang tidak diperhitungkan untuk memikul beban gempa. Sistem ini memindahkan beban tekanan pada dinding ke rangka balok kolom, sehingga jika terjadi gempa tekanan akan ditahan oleh rangka balok kolom. Kedua,sistemstrukturrangkaberdindingpengisi, yaknisistemstruktur yang terdiri atas rangka balok kolom untuk menahan beban gempa dengan dinding pengisi ikut diperhitungkan kekakuannya dalam memikul beban gempa. Sistem ini akan menyebarkan tekanan ke rangka balok kolom dan dinding pengisi. Terkait biaya pembuatan rumah tahan gempa ini,Travio menjelaskan, untuk tipe 36 satu lantai dalam penghitungan tahun 2010 ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp50 juta. Untuk rumah dua lantai diperkirakan menelan biaya sekitar Rp90 juta.“Mungkin nanti harganya bisa turun lagi,saat ini kan masih belum ada uji material,” katanya. Rektor ITS Priyo Suprobo mengatakan, pada saat gempa Aceh beberapa tahun lalu ITS pernah membuat rumah cepat bangun yang hanya memakan waktu sembilan jam per unit.Satu rumah itu dibangun sekitar 10 mahasiswa. “Keunggulannya, rumah dengan cepat dibangun. Kelemahannya terbuat dari kayu dan itu berkaitan langsung dengan masalah lingkungan hidup dan regulasi soal penebangan hutan,”ungkapnya. (lukman hakim) |