VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.00 8875.00
SGD7185.82 7170.82 
AUD9810.20 9506.20 
JPY118.25 113.83 
10-Feb-2012 / 11:40 WIB

 
Ibunda Bilqis Intensif Jalani Pemeriksaan PDF Print
Tuesday, 09 February 2010
SEMARANG(SI) – Dewi Farida,37, masih menjadi pendonor prioritas untuk operasi cangkok hati anaknya, Bilqis Anindya Passa,17 bulan, yang menderita kelainan saluran empedu tidak terbentuk (atresia bilier).

Hingga kemarin pemeriksaan Dewi terus dilakukan tim dokter. Anggota tim cangkok hati RSUP Dr Kariadi, Semarang, Prof DR dr AG Soemantri Sp A(K) mengatakan, ibunda Bilqis masih menjalani rangkaian pemeriksaan untuk kesiapan menjadi pendonor. “Hari ini (kemarin) pemeriksaan terhadap ukuran pembuluh darah, dan tim sedang melakukan penghitungan,” katanya kemarin. Persyaratan menjadi pendonor hati meliputi golongan darah sesuai dan berasal dari pendonor yang sehat (mampu menerima stres fisik saat menjalani operasi).Selain itu, jaringan yang diambil harus sesuai untuk ukuran pembuluh darah, empedu,dan keadaan liver.

Dewi memang difokuskan untuk menjadi pendonor hati bagi anaknya.Menurut Soemantri, ibu memiliki motivasi tinggi untuk mendonorkan hati kepada buah hatinya dan lebih mengerti kondisi psikologis anak.“Ibu juga yang mengandung selama sembilan bulan sehingga terjalin kedekatan emosional dengan anak,” tandasnya. Selain itu, secara umum kondisi Dewi dinyatakan baik karena tidak menderita penyakit tertentu. Sejak Sabtu (6/2), Dewi sudah menjalani serangkaian pemeriksaan di antaranya elektrokardiogram (EKG), ultrasonografi (USG), foto toraks, dan cek darah komplit.

“Kondisi organ-organ vital seperti jantung, paru- paru, dan hati terus dikontrol dan bisa dikatakan bagus meski keputusan belum final,” kata Soemantri. Anggota tim dokter lainnya, dr Hirlan SpPD KGEH, mengatakan, tim medis masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap Dewi.“Tim memang mengupayakan agar donor hati dicangkokkan dari orang tua Bilqis, terutama ibu. Namun, tim juga mempertimbangkan risiko karena golongan darah antara pasien dan orang tua tidak sama,” paparnya. Keputusan menentukan pendonor hati, imbuhnya, masih terus dirapatkan setiap hari berdasarkan pemeriksaan kesehatan ibu pasien.

“Setelah semua pemeriksaan selesai,tim baru akan memu-tuskan siapa yang terpilih menjadi pendonor,”katanya. Dia menegaskan, tim belum melakukan pemeriksaan terhadap pendonor dari luar keluarga. “Bilqis belum membutuhkan pendonor dari luar anggota keluarga dan pemeriksaan tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga pemeriksaan saat ini difokuskan ke ibu,”tandasnya. Kerabat Bilqis, Ocam Sjamsier mengatakan, pihak keluarga belum diberi tahu terkait hasil pemeriksaan yang telah dijalani Dewi.

“Keluarga masih menunggu keputusan dari tim dokter.Apapun keputusan dari dokter, demi kesembuhan Bilqis,”ujarnya. Dia mengharapkan, salah satu orang tua Bilqis dinyatakan cocok untuk menjadi pendonor meski banyak pihak dari luar anggota keluarga yang menawarkan diri.“Bagi keluarga, orang tua adalah pendonor yang sempurna tapi semua tergantung keputusan dokter,”imbuhnya. Diketahui, sebanyak delapan orang menyatakan siap mendonorkan hatinya untuk melancarkan operasi cangkok hati bagi Bilqis. Beberapa di antara calon pendonor bahkan sudah menjalani pemeriksaan di RSUP Dr Kariadi.

Menurut Ocam, kondisi Bilqis tidak ada yang perlu dikhawatirkan.“ Sejak beberapa hari lalu memang terserang flu tapi keseluruhan baik- baik saja,” ungkap Ocam. Bilqis juga masih mengalami gatalgatal di sekujur tubuhnya. Ocam mengatakan, tim medis sudah memberikan obat untuk mengurangi rasa gatal yang dialami Bilqis namun tampaknya tidak bekerja efektif.“Mungkin racun yang ada di darahnya sudah semakin beredar dalam darah sehingga rasa gatal masih menyerang,”ujarnya. (hendrati hapsari)