|
||||||||||||||||||
| DKI Matangkan Jalur Sepeda |
|
|
| Wednesday, 27 January 2010 | |
|
JAKARTA(SI) – Pemprov DKI Jakarta terus mengkaji penataan jalur khusus
sepeda.Bahkan,dalam pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
2010–2030,jalur khusus sepeda juga dimasukkan. Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Beni Agus Santoro menyatakan, untuk pengembangan jalur sepeda masukan dari masyarakat sangat penting. Karena itu, selama pembahasan RTRW pihaknya berharap para stakeholder memberikan masukan.
”Mengenai jalur sepeda, kami tetap tunggu masukan masyarakat seperti apa pengembangan yang diinginkan,” papar Beni di Balai Kota kemarin. Beni berpendapat,jalur sepeda sebaiknya bersinggungan dengan rencana pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Untuk itu, pada jalur-jalur transportasi massal diharapkan ada jalur sepeda. ”Pengembangannya sangat dinamis, tidak bisa secara detail kita tetapkan sekarang,” ujarnya. Untuk itu, Bappeda sangat membutuhkan data detail mengenai pengembangan jalur sepeda. Sebab jika tidak detail, Bappeda khawatir pengembangan jalur sepeda tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. ”Misalnya kita bikin jalur sepeda di kawasan A,apakah bisa diterima oleh komunitas sepeda? Hal-hal seperti itu yang kami pertimbangkan. Jadi,masukan- masukan dari mereka sangat penting sekali,”paparnya. Karena itulah, lanjut Beni, dalam RTRW mengenai jalur sepeda tidak diatur secara detail.Aturan detail nantinya akan dimasukkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).”Kalau dimasukkan sekarang, kami khawatir pembahasan RTRW tidak selesai-selesai.Dalam RTRW hanya diatur secara makro, nanti masih ada aturan yang lebih teknis,”tandasnya. Seperti diberitakan, ada sejumlah kawasan yang akan dijadikan sebagai jalur sepeda. Salah satunya, di bantaran sepanjang Banjir Kanal Timur (BKT).Bahkan,desain sepanjang BKT untuk kepentingan publik sudah dipersiapkan. Ketua Umum Bike to Work Indonesia Toto Sugito menyambut baik rencana memasukkan jalur sepeda ke RTRW.Menurut dia, dalam berbagai kesempatan pihaknya berupaya memberikan masukan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait rencana tersebut. Bahkan dalam pembahasan masterplan, komunitasBike to WorkIndonesia selalu dilibatkan. ”Kami sudah memberikan masukan. Seandainya masih dibutuhkan maka kami siap memberikan masukan-masukan yang berarti,”tandasnya. Toto menjelaskan, usulan pembuatan jalur sepeda sudah diperjuangkan sejak 2004 lalu. Setiap tahun,perkembangan usulan tersebut semakin mengkristal hingga akhirnya ada rencana membuat jalur khusus sepeda. ”Tentunya kami sangat mendukung apalagi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pecinta sepeda,”tuturnya. Menurut Toto, idealnya di kota besar seperti Jakarta disediakan jalur khusus untuk sepeda. Sebab, jika harus berjibaku di jalanan dengan pengendara bermotor sangat membahayakan keselamatan. Toto mengakui, komunitas pecinta sepeda setiap tahun meningkat. Pihaknya optimistis jumlah pecinta sepeda terus meningkat jika memang disediakan jalur khusus. ”Sekarang saja terus bertambah, apalagi nanti kalau ada jalur khusus sepeda,”paparnya. (ahmad baidowi) |