|
||||||||||||||||||
| KRL Blue Line Sepi Peminat |
|
|
| Tuesday, 26 January 2010 | |
|
DUA tahun lebih beroperasi,sejak November 2007, KRL Ciliwung Blue Line
ternyata kurang diminati masyarakat. Blue Line beroperasi dari Stasiun
Manggarai,Sudirman, Karet,Tanah Abang, Duri,Angke, Kampung Bandan,
Kemayoran, Pasar Senen,Kramat Sentiong dan Jatinegara.
Setiap hari, KRL ini melakukan perjalanan sebanyak enam kali, yakni mulai dari pukul 06.30 WIB, 07.30 WIB, 08.30 WIB dan 09.30 WIB.Kemudian dilanjutkan sore harinya pada pukul 15.30 WIB,16.30 WIB, 17.30 WIB dan terakhir pada pukul 18.30 WIB. Meski beroperasi di jam-jam sibuk, dan cuma membayar tiket Rp3.500, KRL ini ternyata tidak terlalu dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Jakarta. Pantauan Seputar Indonesia kemarin,di setiap stasiun,penumpang yang naik Blue Line tidak lebih dari sepuluh orang.Padahal kapasitas KRL AC ini setiap gerbongnya memiliki 64 kursi penumpang. Petugas tiket Blue Line, Ruswandi mengatakan jumlah penumpang Blue Line memang tidak pernah mengalami peningkatan.Menurutnya jam paling ramai justru terjadi pada 07.00 WIB. “Itu biasanya penumpang dari Kampung Bandan dan Pasar Senen,”ujarnya. Wiwin, 22, warga Bekasi, mengaku lebih memilih Blue Line ketimbang harus berdesak-desakan di bus kota.Meski begitu,menurutnya ada satu hal penting yang dirasa dan tidak diperhatikan oleh pengelola Blue Line yakni rasa aman.“Kadang suka sepi aja.Agak takut sih kalau nanti ada orang-orang jahat. Soalnya kan petugasnya enggak jaga di setiap gerbong,”paparnya. Sementara itu Ridwan, 32,warga Pondok Ungu Permai, Bekasi, mengatakan Blue Line sebenarnya tinggal dipublikasikan lebih banyak agar dikenal warga. “Padahal sudah ada Blue Line sama Yellow Line,”tandasnya. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebelumnya mengatakan Blue Line masih sedikit diminati karena kurang menarik,jadwal kedatangan juga kurang pas,kemudian frekuensi dan pelayanan terlalu rendah. “Hal ini harus menjadi evaluasi untuk memaksimalkan pelayanan,”papar Fauzi. (megiza) |