|
||||||||||||||||||
| Ribuan Ayam Mati Mendadak |
|
|
| Sunday, 24 January 2010 | |
|
PAGARALAM(SI) - Ribuan ayam kampung milik warga lima desa di Kota
Pagaralam-kabupaten Lahat mati mendadak.Dugaan sementara berdasarkan
hasil refit tes dinas terkait,ribuan ayam tersebut positif flu burung. Adapun kelia desa tersebut yakni desa Tajung Aro, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara; Desa Jangga, Kecamatan Dempo Tengah; Dusun Mingkik, Kecamatan Dempo Selatan; dan Desa Aceh, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat. Pantauan SI dilokasi menyebutkan, unggas mati yang diduga terkena virus flu burung tersebut memiliki ciri-ciri seperti langsung mati, membiru dan mengeluarkan cairan berlendir dari mulut.
Namun karena pengetahuan warga terhadap virus itu yang minim, ungas yang sudah mati tersebut tidak langsung dikubur atau di bakar.Bangkai unggas hanya dibuang disembarang tempat seperti hutan, selokan, sungai dan kolam warga setempat, sehingga penyebaran virus penyebab matinya ayam semakin cepat. Seperti yang diungkapkan Erli Suprianus Ketua RT 1 Dusun Tajung Aro,Kelurahan Selibar,Kecamatan Pagaralam Utara, didampingi Ketua RW 01 Evi Hendri dan peternak ayam kampung Ruslan, mengatakan,ayam mati mendadak ini sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir,tapi warga tidak melapor pada dinas terkait disebabkan kurangnya pengetahuan mengenai ciri-ciri virus flu burung. “Memang tidak banyak warga yang datang untuk melaporkan jika ayam peliharaannya banyak yang mati mendadak, bahkan bangkainya juga dibuang ke sembarang tempat seperti di sungai, selokan termasuk di dalam kolam yang berada disekitar rumah warga. Lihat saja banyak bangkai ayam di aliran sungai daerah ini,”ungkapnya. Menurut pengakuan ketua RT, sebetulnya warga khawatir jika dilaporkan dan positif flu burung, ternak mereka akan dibakar tanpa ganti rugi.Seperti yang dialami pada tahun 2008 lalu,jadi masyarakat lebih memili diam. Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kota Pagaralam, Ir H Ichsan Azhari MSi melalui Kepala Seksi (Kasi) sarana dan prasarana Hengky,didampingi Kepala UPTD pusat kesehatan hewan Pagaralam, Satar mengatakan,berdasarkan hasil rapit test dari beberapa sampel ayam mati di beberapa daerah,terindikasi kuat terinfeksi wabah flu burung atau H5N1, namun masih perlu uji Laboratorium di Lampung. “Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap ayam mati mendadak tersebut,”katanya. Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, H Rasyidi Amri mengatakan, fositif atau tidaknya hewan tersebut terkena flu burung, dinas peternakan akan memantau langasung. Namun pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena virus H5N1 yang ada ditubuh unggas bisa menular ke manusia. “Hindari kontak dengan unggas yang sedang sakit atau mati, jika terpaksa gunakan sarung tangan karet dan masker hidung,buang dan timbunlah dengan tanah kotoran unggas yang ada disekitar rumah,”imbuhnya. (m marzuki) |