VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Kluster Industri Segera Dicanangkan PDF Print
Tuesday, 19 January 2010
MEDAN (SI) – Pencanangan kluster industri yang rencananya berlokasi di Sei Mengke,Kabupaten Simalungun, akan segera dilakukan.

Tiga menteri dan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dijadwalkan akan hadir pada pencanangan tersebut. Kepala Subdinas Industri Kimia, Agro, dan Hasil Hutan (IKAHH) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut) Ida Yani Pane menyatakan, ketiga menteri tersebut yaitu Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat,Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.

Sementara itu, pada tingkat daerah,tim kecil untuk pencanangan telah dibentuk. Stakeholder, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota, bertanggung jawab pada rencana ini. “Seluruh pihak terlibat untuk rencana besar ini, terutama pada tingkat kabupaten/- kota.Semuanya harus bekerja sama,” ujarnya di Medan kemarin.

Secara nasional, pencanangan kluster industri ini tidak hanya di Sumut yang berpusat di Simalungun, juga di Dumai Riau dan Maloi Kalimantan Timur. Ida menambahkan, mereka yakin lokasi tersebut sangat tepat dijadikan kawasan kluster industri karena dekat dengan kebun sawit. Tidak hanya milik PTPN 3, juga perusahaan lain. Milik PTPN 3 memproduksi 165 ton tandan buah segar (TBS) per hektare,PTPN lainnya 300 ton TBS per hektare, dan swasta 104 ton TBS per hektare.

Lokasinya juga dekat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Luas tanahnya 104 hektare (ha),tetapi akan dikembangkan menjadi 600 ha. “PTPN 3 menyatakan akan ada pengembangan menjadi 600 ha. Perusahaan itu telah menyiapkan dana sebagaibentukdukungan,”ujarnya.

Untuk fasilitas dan infrastruktur, telah ada tangki penyimpanan crude palm oil(CPO) atau alat untuk menghasilkan energi menggunakan bahan bakar biomas, sumber air, unit pengolah limbah cair, dan utilisasi limbah padat. Yang terpenting,gudang untuk penyimpanan bahan baku juga ada. “Bahan bakar pembangkit listrik, yakni limbah padat, seperti cangkang dan tandan kosong yang menghasilkan 7 megawatt (MW),” ungkapnya. Di sana juga ada fasilitas pelabuhan yang jaraknya hanya 40 km dari Kuala Tanjung. Direncanakan juga akan ada pembangunan jalur kereta api.

Sementara itu, fasilitas pendukung akan ada kantor pemasaran, perumahan pegawai, sekolah, minimarket, ruang untuk olahraga, dan fasilitas ibadah. “Direncanakan, kawasan ini menjadi zona perdagangan bebas. Insentif pajak dan kemudahan cukai akan diberikan,”paparnya.

Sebelumnya,Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adyaksa menyatakan, apabila memang rencana itu ada tindak lanjutnya, tentu merupakan satu hal positif yang harus didukung.Pengembangan kluster industri memang memberikan keuntungan bagi pengusaha selama tidak menimbulkan biaya tinggi. “Yang terpenting bagi pengusaha adalah biaya murah, jangan sampai malah menimbulkan biaya tinggi.Pemerintah harus bisa memperhatikan hal tersebut agar pembangunan itu tidak sia-sia,” pungkasnya. (jelia amelida)


 
covermedan