VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9060.008910.00
SGD6692.506683.50
AUD8327.808154.80
JPY108.00105.19

6-Sep-2010 / 12:19 WIB

 
Dapatkan account e-mail gratis @sindotechno.net
Pemkot Bangun Septic Tank Komunal PDF Print
Monday, 18 January 2010
CIMAHI(SI) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi ditawarkan oleh Lembaga Bantuan Australia (Ausaid) untuk membiayai pembangunan septic tank komunal dan pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi Itoc Tochija mengatakan, pihaknya juga akan mendapatkan bantuan dana pinjaman lunak (soft loan) dari Ausaid sebesar Rp250 miliar yang akan digunakan selama empat tahun. “Sampah dan limbah rumah tangga menjadi persoalan serius di Kota Cimahi. Jika ini dibiarkan, tentu saja Kota Cimahi akan tercemar,” ujar dia saat ditemui wartawan di Kantor Kelurahan Baros, Jalan H Haris,Kota Cimahi,kemarin.

Pemkot Cimahi,Itoc menyebutkan, telah mengajukan proposal bantuan kepada Ausaid untuk pengelolaan sampah dan membangun septic tank komunal ini. Dia mengharapkan, program ini bisa mulai dilaksanakan tahun ini dan berakhir pada 2014. Untuk pendanaannya, pihaknya akan menalanginya terlebih dahulu dan akan di-reimburse oleh Ausaid. Pihaknya menjadwalkan akan bertemu dengan pihak Ausaid pada Selasa (19/1) di Jakarta.

“Nanti akan kami lihat format dan bentuk bantuannya seperti apa.Pada dasarnya, kami sangat menyambut baik penawaran dari Ausaid ini. Saya harap nantinya dapat bermanfaat untuk Kota Cimahi,”tutur dia. Melalui program ini,dia mengatakan, sampah yang ada di Kota Cimahi akan disulap menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis yang bisa disalurkan kepada masyarakat rural.

Berdasarkan data Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan (DPLK) Kota Cimahi, timbunan sampah di Kota Cimahi 2008 mencapai 502.970 m3 per tahun. Sementara itu, pada 2009 laju pertumbuhan sampah di Kota Cimahi meningkat hingga 2,76%, dengan volume timbunan sebesar 516.840 m3 per tahun. Bahkan, pada 2012, volume timbunan sampah di Kota Cimahi akan mencapai 552.245 m3 per tahun.

“Karena itu, kami akan melakukan penguatan tim pembuat kompos untuk mengantisipasi hal ini. Dengan demikian, penumpukan sampah di Kota Cimahi tidak semakin banyak. Sementara, untuk pembangunan septic tank komunal, akan dilakukan berbarengan dengan program pengelolaan sampah,” tutur Itoc. Sebelumnya,Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman DPLK Kota Cimahi Dien Wulandiati mengungkap kan, sebanyak 4.000 rumah di Kota Cimahi saat ini tidak punya septic tank.

Dalam waktu dekat,rencananya septic tank komunal berukuran sekitar 10 x 2 meter akan dibangun. Sejumlah rumah yang memiliki toilet dapat menyalurkan tinja bersama-sama ke septic tank komunal tersebut sebagai penampungan umum. Hal ini akan dibarengi dengan sistem pembuangan secara komunal. Saat ini di Kota Cimahi,sistem tersebut telah diterapkan pada rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Untuk di perumahan masih sedikit sekali jumlahnya. Yang menerapkan baru ada di dua tempat,yakni di sebagian perumahan di Kelurahan Cibeureum dan Kelurahan Melong, ”tutur dia. Dia melanjutkan, pihaknya telah menjadikan perumahan di Kelurahan Cigugur sebagai pilot project untuk instalasi pembuangan air limbah (IPAL) komunal Kota Cimahi. Sistem perpipaannya telah dibangun.

Jadi, saat ini bak penampungannya yang sedang dirampungkan. Pihaknya menargetkan proyek pembuangan limbah komunal bisa selesai pada tahun ini.Biayanya memang tidak murah. Untuk tiga RT saja bisa memakan biaya sebesar Rp500 juta. Menurut Dien, pembangunan itu merupakan kerja sama antara Pemprov Jabar dan Kota Cimahi. Dien menuturkan, pembuangan limbah dengan sistem offsitesangat dibutuhkan mengingat semakin sempitnya lahan.

“Jarak ideal antara sumur dan septic tankidealnya 10 meter.Tetapi, di sini akan sulit karena lahan permukimannya padat. Nantinya limbah rumah tangga yang masuk dalam bak pengelolaan akan diurai bakteri yang airnya aman untuk disalurkan ke sungai, sedangkan ampasnya dapat digunakan sebagai biogas dan pupuk kompos,”cetus dia. (radi saputro)

 
coverjabar