|
Tuesday, 12 January 2010 |
|
SEJUMLAH PTS di Jawa Tengah mengaku keberatan dengan keputusan Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang memperketat
persyaratan akreditasi prodi.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Tengah Prof Brodjo Sudjono mengungkapkan kondisi yang memberatkan itu utamanya dialami oleh PTS yang sedang berkembang. ”Ketatnya variabel dan indikator dalam proses akreditasi prodi pada tahun ini membuat hidup PTS kecil dan berkembang akan semakin sulit. Padahal kondisi mereka untuk bertahan selama ini sudah sulit,”katanya,kemarin. Dia juga mengeluhkan tentang kebijakan pemerintah yang terlalu sering mengganti peraturan proses akreditasi.Sebaliknya,kondisi dan kemampuan masing-masing PT bervariasi dalam mengikutinya.
”Tetapi kami sudah menyosialisasikan aturan baru akreditasi yang lebih ketat itu. Namun, tentunya belum menyentuh seluruh PT utamanya yang berada di daerah,” tandasnya. Rektor IKIP Veteran Semarang Sukoco mengeluhkan bahwa beberapa variabel dan indikator pada akreditasi 2010 lebih kompleks. Kompleksitas prasyarat itu antara lain mencakup pelaporan jurusan, fakultas hingga institusi. ”Jadi kalau dahulu,proses akreditasi hanya melibatkan jurusan atau fakultas, tetapi kalau sekarang melibatkan seluruh institusi PT itu.
Jelas lebih repot,” akunya. Pengetatan proses akreditasi, lanjutnya, akan memecah fokus PTS utamanya bagi PTS kecil dan sedang berkembang. Disatu sisi, PTS harus fokus pada pengembangan kualitas akademik. Di sisi lain, PTS juga harus memperhatikan syarat-syarat proses akreditasi prodi. ”Tetapi saya sadar, ketatnya proses akreditasi itu untuk meningkatkan kualitas dan standar suatu PT.Karenanya, IKIP Veteran Semarang juga tengah mempersiapkan berbagai hal untuk proses akreditasi itu,” paparnya.
Sukoco menambahkan, berganti-gantinya tim asesor dan peraturan terkait akreditasi juga menjadi penyebab proses pengakreditasian PT tidak maksimal. Pasalnya, tim asesor baru biasanya tidak mengikuti perkembangan hasil akreditasi prodi periode sebelumnya. (sari septiyaningtias)
|