VALAS

Kurs

Jual

Beli

USD

9425.00

9125.00

SGD

7532.20

7263.20

AUD

9446.65

9109.65

JPY

118.37

113.45

14 Mei 2012 / 11:23 WIB
 
SUARA MAHASISWA,Ketidakpercayaan terhadap Para Pengadil PDF Print
Friday, 18 December 2009
BANYAK orang yang kecewa, tak sedikit pula yang kesal terhadap para pengadil,jaksa,dan polisi.Rakyat telah antipati kepada mereka karena adanya ketidakadilan yang dirasakan dan dilihat sendiri oleh masyarakat.


Masyarakat menjadi masa bodoh dengan keadilan karena sang pengadil itu sendiri tidak pernah bisa memberikan keadilan bagi setiap masyarakat. Sebagai seorang masyarakat yang tidak terlalu mengerti masalah hukum, saya pribadi memandang masalah ini dari sisi kemanusiaan, keadilan, dan ekonomi.Ketika ada orang yang tidak bersalah lantas diberi hukuman yang tidak sesuai,apa yang akan kita rasakan? Hal senada juga terjadi ketika orang yang seharusnya menjadi pengadil di negeri ini terbukti bersalah, tetapi apa daya hukuman yang diterimanya tak sebanding dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

Saya tidak akan terlalu ribut mempermasalahkan masalah peradilan di Indonesia,tetapi akan lebih mengkritisi efek ketidakadilan ini dihubungkan dengan aspek ekonomi. Sebuah ketidakpastian (uncertainty) dalam hukum mengakibatkan adanya kemungkinan kesalahan dan ketidakjelasan dalam hukum.Pelaku ekonomi akan memperoleh dampak yang begitu buruk apabila terjadi ketidakpastian dalam peraturan serta peradilan di Indonesia. Hal ini dikarenakan untuk melakukan sebuah usaha ataupun membangun sebuah perusahaan dan berinvestasi di suatu tempat, kepastian hukum merupakan sebuah kewajiban yang mutlak dipenuhi.

Tidak ada alasan bagi para investor untuk berinvestasi di suatu tempat jika tidak mempunyai payung hukum yang jelas walaupun daerah tersebut mempunyai prospek yang cerah. Sudah saatnya bagi kita semua untuk memperbaiki sistem peradilan di negeri ini. Semakin berlarut-larutnya ketidakadilan dalam penegakan hukum justru akan memperburuk citra Indonesia.Tidak usah jauh-jauh memikirkan pandangan asing kepada kita.Bangsa sendiri,bahkan rakyat pun tidak menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap negara sendiri.

Persepsi buruk ini akan berpengaruh secara signifikan bagi perekonomian Indonesia. Kita butuh kepastian dalam sistem peradilan negara. Kita menginginkan adanya keadilan dalam setiap keputusan yang dibuat. Negeri ini wajib memiliki para penegak hukum yang adil. Semakin lama kita berputar-putar mengurusi masalah ini,akan selama itu pula negeri ini bangkit untuk dapat mengatasi ketertinggalannya. Wahai para pemimpin bangsa dan para pengadil, kita tidak butuh pemimpin yang gagah dan jago dalam berpidato.Namun kita membutuhkan pemimpin yang konkret dalam memimpin negeri ini dan adil dalam setiap keputusan yang diambil.

Kita tidak butuh pemimpin yang hanya mementingkan pencitraan karena yang dibutuhkan rakyat hanyalah pemimpin yang benar-benar bertindak demi kemaslahatan bersama.Kita belum terlambat dan cita-cita ini harus bisa kita capai secepat mungkin.(*)

Jahen Fachrul Rezki
Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Peneliti di BO Economica FEUI