|
||||||||||||||||||
| Semangat Muda BURBERRY |
|
|
| Tuesday, 15 December 2009 | |
|
Lahir tahun 1971 di West Yorkshire,Inggris, Bailey masih terbilang muda
untuk bertanggung jawab terhadap salah satu label legendaris Inggris
yang sejarahnya bisa dirunut hingga ke tahun 1856, saat Burberry
didirikan Thomas Burberry.
Namun, usia muda tidak menghalangi Bailey untuk mengasah kreativitasnya dan menjadikan Burberry sebagai salah satu leading brand asal Inggris yang memiliki reputasi global. Bailey pertama kali bergabung dengan Burberry pada Mei 2001.Sebelumnya, Bailey, yang mengenyam pendidikan fashiondi Royal College of Art,pernah bekerja untuk Donna Karan sebagai desainer lini koleksi wanita dan menjadi desainer senior untuk Gucci dari 1996, hingga akhirnya hijrah ke Burberry. Sewaktu menginjakkan kakinya di Burberry, Bailey menggantikan Roberto Menichetti yang rancangannya dianggap labil dan tidak adaptif. Rose Marie Bravo, yang waktu itu menjabat sebagai CEO Burberry mengatakan Bailey memiliki semangat muda yang dibutuhkan Burberry. ”Christopher memiliki apresiasi yang kuat terhadap sejarah dan tradisi Burberry; dan dengan kreativitasnya, dia berhasil mengombinasikan keduanya dan membawa Burberry ke level yang lebih tinggi. Kami sangat beruntung memilikinya,” ujar Bravo,dalam sebuah wawancara. Apa yang dilakukan Bailey terhadap Burberry adalah menyuntikkan semangat muda ke dalam tradisi dan pesona klasik yang telah dimiliki label selama ratusan tahun.Karena itu,tidak heran bila di bawah tangan dingin Bailey, Burberry mencapai level baru dan bahkan disebut-sebut sebagai salah satu label terbaik di Eropa. Tapi saat ditanya apa yang membuatnya begitu sukses membawa Burberry menuju era baru, Bailey hanya mengangkat bahu dan berkata singkat. ”Saya hanya beruntung,” ujarnya, sembari bercerita bahwa dirinya tidak pernah bercita-cita menjadi desainer. ”Sewaktu kecil, impian saya adalah menjadi dokter hewan,” ujarnya sembari tertawa. Namun, tentu bukan itu yang menjadi jalan Bailey. Keberuntungan membawa Bailey menuju dunia mode, yang dimulai dengan kompetisi desain, di mana Bailey berhasil merebut juara pertama dan meraih beasiswa fashion course selama dua tahun di Royal College of Art.Dewi Fortuna memang tidak pernah pergi jauh dari sisi Bailey, dan hal itu, ditambah bakat serta kreativitasnya membuat Donna Karan, yang pada waktu itu tengah berkunjung, memilihnya dari ratusan siswa lain untuk bekerja sebagai tim desain bagi signature collectionDKNY. Keberuntungan membuat Bailey, yang waktu itu berusia 20 tahun,terbang ke New York dan menimba ilmu serta pengalaman di salah satu kota mode paling dinamis. ”Saya melihat vitalitas yang besar dari Donna Karan dan saya belajar banyak sewaktu saya di New York,” terang Bailey yang menghabiskan 30 bulan bersama tim Karan. Kembali ke Eropa, Bailey langsung menjadi anak didik Tom Ford, yang waktu itu masih menjadi direktur kreatif Gucci. ”Saya sangat terkejut saat Tom menelepon dan meminta saya untuk menjadi bagian dari timnya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya duga, apalagi Tom terkenal sangat selektif dalam memilih timnya,” sambung Bailey yang bekerja bersama Tom Ford dan Gucci selama lima tahun lebih. Gucci semakin berkembang, namun Bailey membutuhkan tantangan baru.Dan saat itulah, Rose Marie Bravo datang dan memboyong Bailey ke Burberry.Di sini pun keberuntungan masih bermain.Hanya dua bulan semenjak dirinya ditunjuk sebagai direktur kreatif untuk Burberry, dia langsung melakukan debut di runway Milan dan mendapat reviewpositif untuk rancangannya yang dianggap berhasil mewakili citra klasik Burberry dan menonjolkan sisi playful sekaligus elegan dari label yang berusia lebih dari dua abad tersebut. ”Satu hal yang saya mengerti dari Burberry adalah bahwa label ini punya tradisi dan sejarah yang begitu kaya dan itu adalah amunisi yang saya pergunakan dan saya eksplorasi lebih jauh. Saya ingin memberikan pengertian baru bahwa British fashion tidak hanya klasik,tapi bisa bergaya hippie, etnik, bahkan muda,” jelas Bailey, yang setelah delapan tahun bersama Burberry kini menjabat sebagai chief creative director dan bertanggung jawab terhadap semua aspek kreatif perusahaan,termasuk iklan, corporate art, desain & visual gerai, serta lini koleksi Burberry. (lesthia kertopati) |