|
||||||||||||||||||
| Presiden Fokuskan Perlindungan Perempuan |
|
|
| Tuesday, 01 December 2009 | |
|
JAKARTA (SI) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan
pentingnya memberikan perlindungan terhadap kaum perempuan sebagaimana
telah dilakukan oleh negara-negara maju.
Presiden SBY menegaskan tiga hal penting yang harus dilakukan terhadap kaum perempuan, yaitu dengan memberikan perlindungan yang lebih baik, memajukan kaum perempuan, dan memberdayakan kaum perempuan. ”Kita sepakat ketiga faktor itu yang sangat penting. Yang kita perlukan bukan hanya kebijakan dan strategi, tapi juga langkahlangkah operasional, bahkan yang praktis dapat segera kita lakukan,” ujar Presiden SBY dalam sambutannya pada Peringatan 10 tahun Komnas Perempuan di Gedung BPPT, Jakarta, kemarin. Saat menghadiri puncak perayaan 10 tahun Komnas Perempuan tersebut, Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Acara juga dihadiri mantan Presiden RI Ketiga BJ Habibie bersama Ibu Ainun Habibie, Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari,Menkumham Patrialis Akbar, dan tokoh penggerak Masyarakat Antikekerasan terhadap Perempuan Saparinah Sadli. Dalam sambutan yang cukup singkat itu Presiden mengingatkan tiga tugas besar misi negara yang harus dilakukan bagi kaum perempuan ke depan. Ketiga tugas besar tersebut adalah meningkatkan perlindungan terhadap kaum perempuan dari kekerasan, ketidakadilan, serta pelanggaran hak asasinya. Misi kedua, lanjut Presiden, adalah memajukan dan memberdayakan kaum perempuan menjadi human capital. Adapun misi ketiga adalah memberikan kesempatan dan peluang kepada kaum perempuan untuk memilih dan berperan apa pun di bidangnya. Ketua Komnas Perempuan Kamala Chandrakirana dalam sambutannya meminta kepada pemerintah untuk mengambil langkahlangkah khusus untuk memberi dukungan dan pemberdayaan bagi para perempuan. Dia juga meminta agar pemerintah mencabut kebijakan negara yang mengukuhkan stigma yang menyebabkan perempuan korban tidak dapat menikmati hakhaknya sebagai warga negara. (rarasati syarief) |