VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.008875.00
SGD7214.907199.90
AUD9770.109467.10
JPY120.46115.93
3-Feb-2012 / 11:44 WIB

 
Negara dengan Citra Terbaik PDF Print
Sunday, 15 November 2009
Krisis ekonomi global ternyata tak terlalu membuat Amerika Serikat (AS) terpuruk.Negara Paman Sam itu masih meraih predikat sebagai negara bercitra terbaik 2009.Prestasi ini menggeser Australia dan Jerman yang tahun lalu menempati posisi teratas.


Amerika Serikat bakal terpuruk. Itulah asumsi jamak dilontarkan banyak kalangan ketika negeri adidaya itu diguncang krisis ekonomi tahun lalu. Asumsi itu mendekati kebenaran ketika sejumlah perusahaan besar di AS mulai bertumbangan pada pertengahan tahun lalu. Sebut saja kebangkrutan Lehman Brothers yang mengagetkan banyak orang.Runtuhnya Lehman Brothers membuat sejarah finansial dunia ditulis kembali. Bagaimana tidak, Lehman Brothers, bank investasi terbesar nomor empat di dunia dengan riwayat 158 tahun, pada 15 September 2008 pukul 01.00 dini hari waktu setempat menyatakan diri bangkrut dan meminta perlindungan pada Pengadilan Distrik Kota New York.

Saat itulah akhir pertarungan panjang Lehman Brothers yang sebelumnya berhasil melewati Perang Sipil Amerika Serikat (AS), masa Great Depression, Perang Dunia I dan II, resesi ekonomi era 1970 dan 1980-an, hingga serangan World Trade Centre (WTC) dan resesi 2001. Lonceng kematian Lehman Brothers berdentang keras. Meski begitu, AS ternyata masih mampu meraih prestasi dan mendapatkan predikat sebagai negara dengan citra terbaik 2009 dari 102 negara yang dinilai.

Predikat ini tidak hanya berdasarkan penilaian Country Brand Index (CBI) versi FutureBrand dan Weber Shandwick’s Travel & Lifestyle Global Practice, tetapi juga berdasarkan penilaian Nation Brands Index (NBI) Ahnolt-GfK Roper 2009. Menurut FutureBrand, dalam CBI posisi AS meloncat dari posisi ketiga tahun lalu,dan meraih posisi tertinggi pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Sementara posisi buncit di urutan ke-102 dalam CBI 2009 adalah Libia.Selama dua tahun berturut-turut sejak 2008, Libia menempati urutan terbawah dalam CBI. Tahun lalu dari 78 negara yang dinilai, Libia juga menempati urutan terbawah. Laporan CBI yang dipublikasikan (6/11/09) ini mengungkapkan, Kanada sebagai negara yang akan menjadi tuan rumah perhelatan Olimpiade 2010 berada di peringkat kedua.

Sementara Australia, yang sebelumnya selama tiga tahun berturut-turut berada di urutan pertama, kini harus melorot di urutan ketiga.Urutan keempat dan selanjutnya dalam 10 besar di antaranya Selandia Baru (4), Prancis (5),Italia (6),Jepang (7),Inggris (8), Jerman (9),dan Spanyol (10). Indeks pemeringkatan tahunan pencitraan suatu negara dalam CBI dilakukan dengan metode survei pada 3.000 pebisnis dan pelancong dari sembilan negara yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri.Mereka di antaranya dari AS, Inggris, China,Australia, Jepang, Brasil, Uni Emirat Arab (UAE),Jerman,dan Rusia.

Definisi dari seringnya melakukan perjalanan ke luar negeri ini diukur bahwa pelancong melakukan perjalanan ke luar lebih dari satu kali dalam setahun. Usia responden antara 21–65 tahun, dengan komposisi gender seimbang antara pria dan wanita. Penilaian ini mengukur bagaimana sebuah negara dicitrakan dan diperingkat,kemudian diidentifikasi tren global baru yang muncul dari dua sektor ekonomi yang paling cepat tumbuhnya yakni perjalanan dan pariwisata. Di mana pariwisata diestimasikan memiliki nilai hampir USD944 miliar pada 2008.

Untuk penilaian indeks tahun ini, FutureBrand bekerja sama dengan Weber Shandwick dengan menyertakan indikator penilaian didasarkan pada tema pembangunan negara dan isu pemasarannya. Analisis mendalam dilakukan pada kekuatan dan kelemahan suatu negara.Sebanyak 102 negara dinilai tahun ini. CBI juga mempertimbangkan penilaian dari kontribusi daerah atau negara bagian. Beberapa topik baru yang dinilai di antaranya sisi ekonomi dan politik dari citra suatu negara, ketidaksesuaian antara persepsi dan realitas citra (brand) suatu negara, serta fokus pada nilai baru yang mendorong pada sektor perjalanan dan pariwisata.

“Ini tahun kelima bagi kami melakukan inovasi dalam penilaian CBI sehingga semakin memperbaiki kualitas metodologi dan hasil penelitian.Kategori-kategori yang dinilai tidak hanya terkait pariwisata, namun juga investasi dan kebijakan perdagangan. Meski kondisi resesi ekonomi global sedang dihadapi banyak negara, bagaimana memanfaatkan peluang dan identitas kohesif adalah sangat penting,” ujar Direktur Eksekutif Senior FutureBrand Rina Plapler dalam pernyataan resminya. Sementara itu,menurut President Weber Shandwick René A Mack, temuan CBI menunjukkan catatan yang menarik. AS mampu memperoleh peringkat pertama tahun ini.

Kondisi ini karena optimisme terhadap kondisi AS dan iklim politik terkait terpilihnya Presiden Barack Obama yang sangat memengaruhi penilaian. “Ini akan menjadi sangat menarik untuk melihat bagaimana kinerja AS tahun depan.Selain itu, bagaimana juga memahami bahwa ini dampak positif dari terpilihnya presiden baru. AS mampu memanfaatkan peluang untuk menciptakan citra kuat yang lebih baik,”ujarnya.

Beragam Topik

Penilaian CBI 2009 juga mengukur indikator dalam beragam topik yang relevan terkait pariwisata di antaranya bagaimana sebuah negara kecil mampu berkompetisi dengan negara besar, beragam tujuan wisata bisa menunjukkan nilainya, dan menilai negara mana yang memiliki pemasaran terbaik dan terburuk tahun ini. Catatan lain adalah topik yang fokus terkait pemanfaatan media sosial untuk mencitrakan sebuah negara dan bagaimana ikon yang ada.

Kemudian, bagaimana perusahaan-perusahaan nasional dan olahraga mampu mendorong membantu pencitraan suatu negara. CBI juga memeringkat lima negara terbaik dalam kategori yang berbeda di antaranya negara dengan citra ideal untuk melakukan bisnis adalah AS (1),Singapura (2), Jepang (3), Jerman (4), dan Kanada (5).Kemudian lima negara terbaik dalam citranya melakukan perjalanan bisnis adalah Australia (1),Jepang (2),Italia (3),AS (4),dan Selandia Baru (5). Negara dengan citra terbaik dalam hal seni dan budaya adalah Italia (1), Prancis (2), India (3), Jepang (4), dan Yunani (5). Negara bercitra terbaik dalam keaslian (otentisitas) adalah Jepang (1), India (2), Peru (3), Kolombia (4),dan Bhutan (5).

Sedangkan penilaian terhadap negara bercitra terbaik dalam kekeluargaan adalah Kanada (1), Australia (2),AS (3),Selandia Baru (4),dan Portugal (5).Mesir menempati posisi pertama untuk kategori negara dengan citra terbaik dalam sejarah. Di posisi kedua untuk kategori ini adalah India, diikuti Peru (3), Israel (4), dan Italia (5). Negara yang memiliki citra terbaik dalam keindahan alamnya adalah Tahiti (1),Kosta Rika (2), Kanada (3),Selandia Baru (4),dan Fiji (5). Negara dengan citra terbaik dalam keamanan adalah Kanada (1), Jerman (2), Jepang (3), Selandia Baru (4), dan Bermuda (5).

Negara citra terbaik sebagai tempat belanja adalah Singapura (1),AS (2),Jepang (3),UAE (4),dan Inggris (5). Negara citra terbaik dalam hal manfaat optimal dari mengeluarkan uang adalah India (1), Meksiko (2), Thailand (3), Vietnam (4), dan Bulgaria (5). Negara citra terbaik sebagai tempat yang sangat ingin dijadikan tempat tinggal adalah Kanada (1), Australia (2), Selandia Baru (3), Swiss (4),dan AS (5). Negara citra terbaik dalam standar hidup adalah Jerman (1), Kanada (2), Jepang (3), Finlandia (4),dan Singapura (5).Negara citra terbaik dalam kebebasan berpolitik adalah Kanada (1), Jerman (2),Australia (3), Inggris (4), dan Selandia Baru (5).

Negara citra terbaik dalam kecanggihan teknologi adalah Jepang (1), Jerman (2),AS (3),Singapura (4),dan Inggris (5). Laporan CBI 2009 ini memunculkan bintang baru (rising stars) yakni UAE, China, dan Vietnam yang mendapatkan predikat sebagai tiga negara pendatang baru terbaik.Tiga negara ini dianggap sebagai negara yang akan paling menjadi tujuan turis dalam lima tahun mendatang.

Selain UAE, China, dan Vietnam beberapa negara lain seperti Kroasia,Afrika Selatan, dan India juga dikategorikan sebagai pendatang baru terbaik. (abdul malik/islahuddin)