VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.008875.00
SGD7214.907199.90
AUD9770.109467.10
JPY120.46115.93
3-Feb-2012 / 11:44 WIB

 
Hemat BBM dengan Nebeng PDF Print
Saturday, 14 November 2009
HARGAbahan bakar minyak (BBM) masih tinggi, kemacetan tidak dapat dihindari,naik angkutan umum berdesak-desakan.Tentu hal tersebut sangat menguras tenaga,pengeluaran,dan waktu Anda. Solusinya? Nebeng saja.


Tak dapat dimungkiri, berkantor di pusat Jakarta dan sekitarnya membuat Anda tidak dapat menghindari kemacetan.Para karyawan akan ”disapa” kemacetan dalam perjalanan ke kantor, demikian pula ketika berjalan pulang. Berdesak- desakan di dalam angkutan umum ataupun stres di belakang kemudi sudah menjadi rutinitas para pekerja kantoran.Harga BBM yang masih tinggi juga tampaknya tidak menyurutkan animo pemakai kendaraan. Hal inilah yang mendorong terbentuknya komunitas nebeng.com.

Komunitas yang berdiri pada tahun 2005 ini mempunyai misi mengurangi laju kendaraan bermotor di jalan, khususnya memangkas pemakaian BBM dengan jalan memberikan tumpangan (tebengan) maupun menumpang sebuah kendaraan (nebeng). ”Ide dasarnya adalah jika dua orang atau lebih yang berangkat kerja dengan kendaraan masingmasing mau bergabung menjadi satu mobil saja, minimal dapat menghemat BBM 50%. Tentu ini akan membantu mengurangi kemacetan di jalan raya,” kata Rudyanto, selaku administrator komunitas nebeng.com.

Beberapa hari setelah website www.nebeng.com lahir, muncul pula milis nebeng.Milis ini awalnya dibuat untuk mengumpulkan saran dalam mencari jalan keluar dari krisis BBM. Sekarang milis ini menjadi ajang komunikasi antarpenebeng dan pemberi tebengan. Menurut Rudy, komunitas nebeng.com hingga kini berhasil menjaring anggota sebanyak 30.000 orang yang terdiri atas penebeng dan pemberi tebengan. Rudy awalnya merupakan salah seorang anggota komunitas yang memberikan tebengan. Namun, karena kini menjalankan usaha sendiri, ia tidak lagi memberi tebengan meski masih aktif di komunitas tersebut.

Terakhir kali Rudy memberi tumpangan pada tahun 2007. Dengan mobilnya, ia dapat mengangkut tiga orang dengan rute Sudirman- Kuningan. Lain lagi dengan Hery Lies yang sejak tahun 2006 bersedia memberi tumpangan kepada anggota komunitas ini di sekitar tempat tinggalnya di daerah Bekasi. Rute yang dilalui mobil sedan Hery yakni Bekasi-Thamrin. Dengan mobil sedan itu, Hery hanya dapat mengangkut empat orang. Padahal sebelumnya ia dapat memberi tumpangan kepada 11 orang dengan mobil kijang kapsul.

”Tapi, mobilnya saya jual untuk renovasi rumah,” imbuh Hery, yang berkantor di gedung UOB Plaza. Kontan saja banyak penebeng yang protes dengan tindakan Hery itu. Setiap pagi pria berusia 46 tahun ini berangkat pukul 06.15 WIB dan menjemput para penebeng mobilnya di tempat yang telah disepakati. Mobil lalu melaju ke jalan tol sampai tembus di bilangan Semanggi. Jika penebeng berencana tidak masuk kantor atau akan terlambat datang ke tempat penjemputan, malamnya orang bersangkutan akan menghubungi Hery. Pernah suatu waktu Hery telah menunggu si penebeng.

Karena tidak kunjung muncul, akhirnya ia pergi dari tempat itu. Rupanya si penebeng tidak memberi tahu dirinya akan terlambat datang. ”Dia protes, lalu saya bilang, ’makanya lain kali beri tahu sebelumnya’,” cerita Hery. Selama perjalanan, para anggota komunitas bisa dipastikan terlibat dalam sebuah percakapan. ”Nah, kalau sekarang lagi seru-serunya membahas KPK,” ucap Hery. Sementara pada sore hari,giliran Hery ”mengambil” para penebeng dengan melewati kantor mereka satu per satu.

Para penebeng tentu telah menunggu di depan jalanan kantor mereka. Jika Hery berencana lembur,ia akan memberi pilihan kepada para penebeng mobilnya. Apakah ingin pulang sendiri atau menunggunya? Kebanyakan memilih menunggu di kantor mereka, atau bahkan menyambangi kantor Hery. Kehadiran wadah tumpangan ini membawa berkah tersendiri bagi Hery. Sehari-harinya ia bisa mendapat keuntungan sekitar Rp10.000 dari setiap penumpang. Dulu,sewaktu masih mengendarai mobil Kijang, ia malah mendapat Rp8.000-Rp20.000 dari masingmasing penebeng setiap hari.

Sementara, Rudy malah mendapat sekitar Rp15.000 dari setiap penumpangnya. ”Sekadar pengganti ongkos bensin,”ujar Rudy. Nebeng.com bukan hanya memberi keuntungan bagi Rudy maupun Hery, para penebeng pun mengaku sangat tertolong dengan kehadiran komunitas ini. ”Banyak keuntungannya.Saya enggakperlu repot menunggu bus, pokoknya tinggal masuk mobil dan duduk. Ongkos transportasi pun lebih hemat,” sebut Desi Ariyani. Jika menggunakan kendaraan umum, Desi harus beberapa kali ganti kendaraan. Belum lagi ia harus naik ojek untuk sampai ke rumahnya.

Bagi yang tertarik bergabung di komunitas ini, caranya sangat mudah.Cukup membuka situs resmi komunitas ini dan mendaftar. Situs ini menyediakan informasi lengkap mengenai daftar pemberi tebengandan penebeng.Rute perjalanan dikelompokkan ke dalam beberapa daerah, yakni Bekasi, Tangerang,Depok,Bogor,Cibubur, Cibinong,dan Jakarta. Bukan hanya kegiatan tebengmenebeng, terkadang anggota komunitas nebeng juga melakukan gathering.

Pertemuan yang biasanya dihadiri 30 orang itu diadakan untuk mengakrabkan para anggota nebeng.com. Pada 21-22 November ini komunitas nebeng.comturut meramaikan acara Kumpul Bareng Komunitas Indonesia Consumunity Expo (ICE) 2009 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Mereka bakal mengadakan acara bursa tebengan. (sri noviarni)