|
Nama Provinsi Pasundan Dideklarasi |
|
|
|
Saturday, 31 October 2009 |
SUBANG (SI) – Penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi
Pasundan semakin menguat. Perwakilan Pangauban Ki Sunda segera
mendatangi Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk merekomendasikan
penggantian nama provinsi tersebut.
Langkah itu ditempuh setelah ratusan sesepuh dan perwakilan masyarakat adat di Jabar menggelar doa bersama dan deklarasi Provinsi Pasundan di Wisma Karya, Jalan Ahmad Yani,Subang,kemarin. Deklarasi itu ditandai dengan penyerahan senjata tradisional kujang dari Kasepuhan Adat Nagara Banceuy Abah Karlan kepada Ketua Pangauban Ki Sunda Evi Silviady.“
Setelah ini,Senin (2/11) kami akan audiensi dengan Depdagri untuk merekomendasikan dan meminta secepatnya dilakukan penggantian nama provinsi menjadi Pasundan,” ujar Evi. Menurut dia,dalam kurun waktupuluhantahunterakhirini, kultur sunda semakin terkikis menyusul masuknya budaya global. Ini dibuktikan hilangnya budaya dan nuansa kultur sunda dan berganti menjadi gaya hidup modern.
“Ini sebagai kritik keras terhadap publisitas yang keliru terhadap kultur sunda melalui media elektronik. Sunda kerap diidentikan dengan sesuatu yang mistis. Ironisnya, saat ini masyarakat sunda menjadi tamu di daerahnya sendiri,”paparnya. Dalam deklarasi Provinsi Pasundan dihadiri ratusan masyarakat adatdanbaduysundasepertimasyarakat Dayak Sagadu, Indramayu, dan masyarakat Baduy Cibedug, Lembang, serta sejumlah masyarakat adat lainnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang Agus Masykur Rosyadi menyambut positif penggantian nama Provinsi Jabar menjadi Pasundan.Perubahan nama itu hendaknya tidak melahirkan polemik mengingat karakter masyarakat Jabar sangat heterogen. (annas nashrullah)
|