|
||||||||||||||||||
| Ayman Nour Ingin Lenyapkan Hantu Suksesi |
|
|
| Sunday, 18 October 2009 | |
|
TAK semua orang mendukung suksesi kekuasaan dari atas ke bawah langsung
tanpa proses demokratis.Ayman Nour,pemimpin oposisi ternama di
Mesir,adalah salah satunya. Rabu lalu (14/10),Nour meluncurkan kampanye untuk menghadang usaha Presiden Hosni Mubarak menyerahkan kuasanya kepada putranya, Gamal. Nour yang berada di urutan kedua setelah Mubarak pada Pemilu Presiden 2005 sebelum dipenjara selama tiga tahun atas dakwaan pemalsuan mengungkapkan,dia menggelar kampanye itu bersama aktivis oposisi. ”Salah satu tujuan kampanye ini adalah melenyapkan hantu suksesi dan penindasan serta korupsi,”ujar Nour kepada kantor berita Reuters. ”Komisi persiapan yang menyusun kampanye ini menyadari bahwa posisinya tidak melawan orang-orang tertentu,tapi melawan hak-hak konstitusional yang dicuri.” Mubarak,81,yang berkuasa sejak 1982 mengelak membuat komitmen apakah dia akan berusaha berkuasa untuk keenam kalinya dan tidak pernah menunjuk pengganti.Ini mendorong spekulasi tentang siapa yang akan berkuasa setelah dia. Banyak yang memperkirakan putranya,Gamal,akan menggantikannya. Hassan Nafaa,seorang dosen dengan peran penting di kampanye antisuksesi itu,mengungkapkan,pendukung gerakan itu akan menggelar protes antisuksesi. Spekulasi tentang suksesi terus mencuat saat pemilu presiden (pilpres) pada 2011 semakin dekat dan menjelang konferensi tahunan Partai Demokratik Nasional (partai Mubarak) yang dibuka pada 30 Oktober mendatang. Perdana Menteri Mesir Ahmed Nazif bulan lalu mengungkapkan partai berkuasa itu tampaknya tidak akan memilih kandidat untuk Pilpres 2011 pada konferensi itu.Ini tidak akan menjawab teka teki apakah Mubarak akan mencalonkan diri lagi? Analis politik mengungkapkan peraturan pada pilpres membuat kandidat partai berkuasa hampir tidak mungkin menghadapi penantang serius.Nour tidak bisa mencalonkan diri karena dia dinyatakan bersalah atas dakwaan pemalsuan. Gamal tak punya latar belakang militer,tidak seperti tiga presiden sebelumnya sejak kerajaan digulingkan pada 1952,termasuk ayahnya yang pernah menjabat sebagai komandan angkatan udara. Nama alternatif yang biasanya dibahas adalah Omar Suleiman, Kepala Intelijen Mesir,yang memerankan peranan penting dalam usaha mediasi perdamaian Timur Tengah.(alvin) |