|
||||||||||||||||||
| Harga CPO dan TBS Anjlok |
|
|
| Sunday, 27 September 2009 | |
|
MEDAN (SI) – Setelah Lebaran,harga minyak sawit mentah atau crude palm
oil (CPO) di pasar internasional terus menurun.Akibatnya,harga tandas
buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumut ikut anjlok.
Di pasar Rotterdam, CPO pada minggu kemarin diperdagangkan turun sebesar USD10 per metrik ton (MT) menjadi USD670. Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Laksamana Adiyaksa menilai penurunan harga itu kemungkinan masih merupakan dampak pemberlakuan bea keluar (BK) ekspor CPO sebesar 3% terhitung 1 Juni lalu. Meskipun harga yang terus terkoreksi itu diakui karena faktor lainnya. ”Diperkirakan akan turun lagi karena kenaikan harga jual selama ini juga bukan disebabkan faktor fundamental, yakni kenaikan permintaan,” tuturnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin. Dia menilai pemberlakuan BK bukan hanya merendahkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional, juga menurunkan harga TBS petani. ”Apabila pemerintah terus berubah-ubah kebijakan, impian mewujudkan Indonesia atau Sumut menjadi pusat penentuan harga perdagangan CPO itu tinggal impian,”tandasnya. Penurunan harga CPO juga berimbas ke harga TBS kelapa sawit yang saat ini turun menjadi Rp1.120/kilogram (kg) di tingkat pabrik. Sementara itu, di tingkat petani hanya Rp800/kg. Berdasar data Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Sumut, harga TBS di tingkat pabrik saat ini terus turun dari sebelum Lebaran sebesar Rp1.200/kg. Sementara itu, pada pertengahan tahun, harga sempat mencapai Rp1.600 di tingkat pabrik dan Rp1.100 di tingkat petani. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Sumut Rinto Gunardi menyatakan, penurunan harga TBS sudah terjadi selama seminggu terakhir.Namun, pihaknya tidak mengetahui persis penyebab penurunan harga. ”Terus menurun,tetapi kami kurang tahu persis penyebabnya,”tuturnya. Ketika ditanya apakah ada pengaruh cuaca, dia menyatakan tidak ada gangguan karena saat curah hujan tinggi seperti sekarang justru baik untuk produksi kelapa sawit.”Musim hujan tentu bagus bagi tanaman sawit. Sementara itu,badai kekeringan (El Nino) yang diperkirakan akan melanda, tidak ada pengaruhnya hingga sekarang,”ujarnya. Pihaknya memperkirakan harga TBS akan terus menurun hingga mencapai Rp600/kg di tingkat pabrik. Fluktuasi ini akan dirasakan hingga menjelang November mendatang.Setelah melewati November, diperkirakan harga akan kembali membaik. ”Kemungkinan akan terus begini hingga menjelang bulan 11 nanti. Setelah itu akan kembali membaik karena permintaan CPO lumayan bagus jelang akhir tahun,” pungkasnya. (jelia amelida) |