VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9100.008850.00
SGD7229.807214.80
AUD9828.759523.75
JPY118.58114.12
9-Feb-2012 / 10:42 WIB

 
Lawatan Biden Disambut Bom PDF Print
Wednesday, 16 September 2009
BAGHDAD (SI) –Kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Irak disambut dengan serangan bom yang menewaskan dua orang.


Biden tiba di Baghdad dalam lawatan ketiganya ke Irak, Selasa (15/9). Dia meninggalkan pangkalan militer Andrew di AS Senin (14/9) malam dan tiba di bandara internasional Baghdad sekitar pukul 16.20 sore waktu setempat. Saat pesawat militer kargo C-17 yang ditumpanginya mendarat, Biden langsung dibawa helikopter menuju markas pasukan AS di Green Zero kemudian pergi ke Kedutaan Besar (Kedubes) AS yang letaknya berdekatan dengan Green Zero.

Di kedutaan, Biden menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh penting AS seperti menteri luar negeri Irak Hoshyar Zebari, penasihat keamanan Tony Blinken, pimpinan tentara AS di Irak Jenderal Ray Odierno, serta duta besar AS di Irak Chris Hill. Saat menggelar pertemuan inilah serangan bom terjadi di Green Zero. Diperkirakan ada tujuh mortir yang ditembakkan ke Kedubes AS tersebut. Saksi mata mengatakan, mortir tersebut hanya mendarat 100 meter dari Kedubes AS tempat Biden berada.

Biden dilaporkan tidak mengalami luka apa pun,tapi sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi keamanan Biden.Pejabat AS hanya mengatakan Biden dan rombongannya segera mendapat perlindungan menyusul adanya suara serangan di Green Zone. Kelompok Mujahedeen Army mengaku bertanggung jawab terhadap serangan itu. Mereka mengatakan serangan mortir itu merupakan“ sambutan hangat”warga Irak kepada Biden.

Mujahedeen Army juga berpesan bahwa serangan itu merupakan pesan kepada Presiden AS Barack Obama agar segera menarik pasukannya dari bumi Irak. Sebelum serangan, Biden mengatakan tidak terlalu khawatir dengan kondisi di Irak. Dia juga menyatakan sudah menjalin hubungan baik dengan pemimpin-pemimpin Irak. Sebelum kunjungannya kali ini, Biden sudah ke Irak pada Juli dan Januari silam. “Saya sudah memenangi kepercayaan pemimpin-pemimpin Irak. Saya datang ke sini hanya untuk menjadi seorang pendengar.

Semua keputusan mengenai Irak akan ditentukan warga Irak sendiri,” papar Biden. Di Irak,Biden rencananya akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki serta mengunjungi tentara AS yang bertugas di sana. Biden juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Irak Jalal Talabani, presiden daerah otonom Kurdistan Utara Massud Barzani, serta juru bicara parlemen Irak Ayad al-Samarrai.

Salah satu materi penting yang akan dibahas nanti adalah rencana referendum warga Irak terkait status atau kesepakatan dengan tentara AS di Irak. Referendum tersebut diperkirakan baru bisa digelar awal tahun depan. (AFP/NYT/maesaroh)