|
||||||||||||||||||
| Ekspor Kota Solo Anjlok 22,6% |
|
|
| Wednesday, 09 September 2009 | |
|
SOLO (SI) – Kenaikan nilai ekspor Kota Solo pada awal hingga
pertengahan tahun akhirnya terhenti di bulan Agustus.Pasalnya,di bulan
tersebut nilai ekspor Kota Solo justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Solo,bulan Agustus ekspor keseluruhan turun 22,6% dibanding ekspor bulan Juli 2009.“Bulan Agustus ekspor Kota Solo turun 22,6% disbanding bulan Juli,” jelas Kasi Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo Nurul Umam Supraptono kemarin. Dia menjelaskan, pada bulan Juli volume ekspor1.114.887,77kilogram dengan nilai 4.371.560,02 USD. Sedangkan bulan Agustus total ekspor mencapai 614.111,54 kg dengan nilai 3.383.489,79 USD.Artinya, terjadi penurunan ekspor sebesar 22,6%.Menurut Nurul,penyebab turunnya ekspor di bulan Agustus dikarenakan masih fluktuatifnya kondisi pasar luar negeri. Dengan kata lain, perekonomian di Negara tujuan ekspor belum kembali normal pascakrisis keuangan global. Selain itu,faktor lainnya adalah adanya perusahaan pengekspor Solo yang pindah alamat ke luar Solo. Sehingga,mengurangi nilai ekspor Solo.Untuk jumlah komoditas yang diekspor,di bulan Agustus terdapat 10 komoditas.Sedangkan Juli hanya sembilan komoditas.Satu tambahan komoditas adalah kerajinan kayu. Meski ada kenaikan jumlah komoditas, total ekspor tetap turun. Disinggung tentang kenaikan ekspor di bulan-bulan sebelumnya, menurut Nurul belum bisa dijadikan acuan. Pasalnya,pasar luar negeri masih fluktuatif. Jadi, penurunan ekspor masih bias terjadi tergantung kondisi perekonomian di Negara tujuan.Apalagi, tujuan ekspor Solo didominasi Negara Eropa dan Amerika. “Bulan Juni dan Juli ekspor sempat naik meski bulan April sdan Mei mengalami penurunan,”ujarnya. Lebih lanjut Nurul menambahkan, meski mengalami penurunan, ekspor Solo tetap didominasi oleh produk tekstil dan produk tekstil (TPT),mebel, dan batik.Untuk TPT terjadi penurunan volume ekspor dari bulan Juli 263.420 kg senilai 2.534.398,04 USD menjadi 133.178.48 senilai1.612.276,92USD. Sedangkan batik menglami kenaikan ekspor dari bulan Juli 27.601,42 kg senilai 484.970,94 USD menjadi 41.044.69 kg senilai 775.271.96USDdibulan Agustus.Begitu pula mebel yang naik dari 177.865,21kgmenjadi236.983,47kg. Untuk komoditas ekssor sendiri, masing-masing batik, kantong plastik, karung plastik,kartu ucapan,tas dari kertas,mebel,TPT,dan peralatan kantor,perabotan rumah tangga dari batu,serta kerajinan kayu. Ketua Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Solo Baningsih B Tedjokartono mengatakan,saat ini kondisi pasar luar negeri belum pulih seperti semula saat sebelum krisis. Otomatis, dengan kondisi seperti itu ekspor dari Kota Solo tiap bulan belum mencerminkan kondisi riil pasar luar negeri saat ini.“Karena kondisi belum pulih, nilai ekspor mengalami fluktuatif tiap bulan. Bisa naik, bisa turun,” ujarnya. Menurutya,para pelaku ekspor di Kota Solo harus bisa mencari strategi untuk menghadapi kondisi pasar luar negeri yang belum pulih. Antara lain dengan mencari pasar baru meski hal itu sulit dilakukan. Dia menambahkan, pelaku usaha tidak bisa hanya diam saja menunggu kondisi pulih.Menurutnya, jika hanya diam saja pelaku usaha tidak akan mampu bertahan. (sumarno) |