|
Eksportir Hortikultura Asal Jadi |
|
|
|
Saturday, 15 August 2009 |
MEDAN(SI) – Eksportir hortikultura di Sumatera Utara (Sumut) kebanyakan
memproduksi asalasalan, karenanya ekspor komoditi itu pun jadi
terhambat.Padahal produksi hortikultura Sumut punya potensi besar untuk
dipasarkan di luar.
Hal itu disampaikan Tim Pelatihan Amarta USAID Jeff Gucker pada acara Indonesian Cold Chain yang diselenggarakan USAID, di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindag Sumut) kemarin.
Jeff menyampaikan kelemahan produksi hortikultura Sumut disebabkan mulai dari masa panen hingga tingkat penyaluran yang kurang memerhatikan kualitas. “Seperti standar operatate prosedur (SOP), menjaga mutu komoditi, dan juga kurang mengontrol suhu,”ujarnya.
Menurut dia, petani, tingkat distributor, dan juga eksportir harus mengetahui kalau tren pasar hortikultura juga sudah mengalami perubahan sejak 10 tahun terakhir.Sehingga, dalam produk atau komoditi yang dimaksud diperlukan aspek fresh dan frozen.
Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Khairul Mahali dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba menegaskan, kalau pisang barangan akan dijadikan ikonnya Sumut, selain jeruk dan durian. “Kita mau pisang barangan ditemukan di berbagai tempat. Seperti di airlines, restoran, dan juga di berbagai tempat lainnya,”kata Parlindungan. (jelia amelida)
|