|
||||||||||||||||||
| Noordin Siapkan Serangan Baru |
|
|
| Thursday, 13 August 2009 | |
|
JAKARTA (SI) – Gembong teroris Noordin M Top diyakini sedang mengonsolidasikan jaringannya untuk menyiapkan serangan lanjutan.
Keyakinan ini diperoleh setelah polisimemastikanterorisyangtewas di Temanggung bukan Noordin M Top, melainkan Ibrohim. Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai menegaskan kemampuan kelompok Noordin dalam membuat bom terus berkembang seperti yang terlihat dari modus operandi mereka dalam serangan di Hotel JW Marriott dan The Ritz Carlton. ”Kemampuan mereka (Noordin dan kelompoknya) tentunya akan diambil alih oleh anggotaanggota jaringan sel teror yang telah dibangun dalam jangka waktu lama, minimal dalam kurun waktu empat tahun belakangan,” papar Ansyaad kemarin. Karena itu, Ansyaad mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan atas ancaman terorisme dalam berbagai bentuk karena Noordin masih hidup. Karena itu penangkapan Noordin harus menjadi prioritas utama. ”Insiden Jumat (17/7) membuktikan bahwa mereka masih kuat. Penangkapan Noordin M Top, dalang, seharusnya menjadi prioritas utama.Selama dia masih hidup,perburuan polisi secara sporadis terhadap aktivitas teroris tidak akan mampu mengeliminasi ancaman teroris, ”paparnya. Lebih lanjut Ansyaad Mbai mengatakan dalam kurun waktu empat tahun, tidak ada serangan teroris terjadi di Indonesia.Selama empat tahun itulah Noordin dan jaringannya melanjutkan konsolidasi lebih aktif meskipun aparat sukses melacak dan menangkap beberapa pengikut setia Noordin. Ansyaad mengatakan, Indonesia melanjutkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah dan badan keamanan Malaysia dan beberapa negara lain untuk mencari dan menangkap Noordin M Top. ”Pencarian diperluas bukan hanya di Jawa dan Sumatera, tapi juga di wilayah lain,”katanya. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan, dalam upaya mengayomi dan melindungi masyarakat, Polri berkomitmen terus memburu Noordin M Top dan jaringannya. Kapolri meminta semua pihak ikut membantu Polri dalam upaya memberantas terorisme. ”Doakan saja anak-anak (polisi) di lapangan agar bisa menangkap bukan hanya Noordin, tetapi juga pelaku lain. Polri tidak berhenti di sini,” ungkapnya di Jakarta kemarin. Dalam rangka misi itu, lanjut Bambang, Polri juga sedang melacak dua pelaku lain yang berperan penting dalam rangkaian peledakan bom.Kedua pelaku tersebut berinisial S yang merupakan orang penting dalam jaringan Noordin M Top.”Keduanya itu kan sudah saya bilang inisialnya. Duaduanya S. Perannya sangat besar sekali,”kata Kapolri di Mabes Polri kemarin. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Nanan Soekarna menyatakan Polri akan terus memburu dan melacak Noordin sebagai dalang dari serangkaian serangan bom di Indonesia.Namun, Nanan enggan menjawab ketika ditanya keberadaan Noordin saat ini. ”Kita akan terus lakukan pengejaran,” kata Nanan di RS Polri Soekanto Kramat Jati,Jakarta,kemarin. Nanan menegaskan,Polri akan berupaya agar Noordin bisa ditangkap hidup-hidup untuk memperoleh keterangan dalam menumpasjaringannya.” Prinsipkitasebenarnya adalah menangkap dalam keadaan hidup karena kita adalah negara hukum yang selalu menggunakan hukum dan HAM dalam pelaksanaan nya,”ungkapnya. Nanan Soekarna juga tidak mau menyebutkan siapa dua pelaku berinisial S tersebut. Namun, dia tidak membantah bahwa salah satu yang dimaksud adalah Saifudin Juhri, ustad yang pernah tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan,Kemang,Bogor, yang juga sebagai perekrut Nana Ikhwan Maulana dan SJ Dani Dwi Permana. ”Dua pelaku lainnya yang saat ini juga masih dilacak keberadaannya dan mempunyai peran sangat penting dalam serangkaian teror bom tersebut akan diumumkan kemudian,”ungkap Nanan. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah lebih dulu mendapat informasi bahwa korban tewas dalam operasi penegakan hukum di Temanggung bukan Noordin M Top,tetapi Ibrohim. Presiden telah mendapatkan penjelasan langsung mengenai hal itu dari Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. ”Saya mengerti bahwa Polri telah dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menegakkan hukum, untuk mengungkap pelaku pengeboman yang dilaksanakan di Jakarta beberapa saat yang lalu,” ujar Presiden SBY di Kantor Kepresidenan Jakarta. Menurut Presiden,para pelaku terorisme akan terus dicari untuk ditangkap dan dibawa ke pengadilan agar mendapatkan sanksi yang tepat. Presiden SBY mengatakan bahwa dirinya selalu mengikuti terus-menerus pengejaran terhadap pelaku terorisme,termasuk penggagalan rencana pengeboman yang telah dipersiapkan di Jati Asih. ”Saya juga mengikuti upaya kepolisian untuk mengejar para pelaku itu sampai ke Jateng, Temanggung. Saya pun juga tahu mereka terus bekerja untuk melanjutkan tugasnya,”tandasnya. Temukan Bahan Bom Sementara itu,warga Kampung Bojong, RT 02/04, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, digegerkan penemuan bahan baku pembuat bom di sebuah rumah kontrakan kemarin. Bahan baku tersebut pertama kali ditemukan Sugianto, 45,warga setempat yang menyewa rumah kontrakan milik Herlan,50, warga Perumahan Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru,Kecamatan Bogor Utara,Kota Bogor. Menurut Sugianto, rumah tersebut kemudian disewakan kembali kepada tiga orang tak dikenal yang mengaku mahasiswa lima bulan lalu.”Katanya rumah tersebut akan digunakan untuk praktik.Tapi, pas saya cek, rumah tersebut menurut warga sekitar sudah kosong sejak satu bulan lalu,”papar Ugi. Dia mengaku kaget saat masuk ke rumah terdapat bahan-bahan kimia. Sugianto langsung melapor ke ketua RT dan lurah setempat yang kemudian menyampaikannya ke petugas Polsek Bogor Utara. Petugas Polsek Bogor Utara langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Satuan II Pelopor Brimob Polri, Kedunghalang, Bogor. Di dalam rumah, polisi menemukan sejumlah bahan kimia seperti asam sulfat,hidrogen peroksida, belerang, dan potasium.Polisi juga menemukan beberapa batang pipa paralon. Komandan Satuan II Pelopor Brimob Kedunghalang Kombes Saeful Bachri mengatakan,bahanbahan yang ditemukan di rumah ini mirip dengan yang di Jati Asih, Bekasi, beberapa waktu lalu. Bahan itu jika dibuat bom akan memiliki daya ledak tinggi. (rahmat sahid/rarasati syarief/ andika hm/ant/haryudi) |