VALAS

KURS

JUAL

BELI

USD9125.008875.00
SGD7214.907199.90
AUD9770.109467.10
JPY120.46115.93
3-Feb-2012 / 11:44 WIB

 
Pesawat Merpati Hilang di Papua PDF Print
Monday, 03 August 2009
JAKARTA (SI) – Pesawat twin otter Merpati Nusantara Airlines hilang saat melakukan penerbangan dari Bandara Sentani,Jayapura,menuju Oksibil,Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang,Papua,kemarin.


Pesawat bernomor registrasi MZ 9760 itu mengangkut 12 penumpang, termasuk dua balita, dan tiga awak. Hingga tadi malam belum diketahui nasib pesawat berikut 15 orang di dalamnya. ”Sampai sekarang pesawat belum ditemukan,”ujar Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Bambang Bhakti di Jakarta tadi malam. Pesawat itu diawaki oleh pilot Qadrianova, kopilot Pramudya, serta mekanik Supriadi.

Adapun ke-12 penumpang adalah Simon, Yacob, Yanes, Nutulo, Lauren, Yohanes, Martina, Edy, Basilus, Oliver,Nelvina,danYustinus. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Sentani Jayapura sekitar pukul 10.15 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil sekitar pukul 11.10 WIT. Pesawat hilang kontak sekitar 30 menit setelah lepas landas. ”Kita berharap pesawat masih selamat atau melakukan pendaratan darurat,” ujar Bambang Bhakti.

Dia menuturkan,tim search and rescue (SAR) hari ini akan melakukan pencarian dengan menggunakan lima pesawat dan dua helikopter. Pencarian ini akan dipimpin langsung Komandan Pangkalan Udara TNI AU Sentani,Kolonel (P) Suwandi.Tim SAR juga akan melakukan penyisiran melalui jalur darat pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya pesawat. Di tempat terpisah,Komandan Pangkalan Udara TNI AU Sentani, Kolonel (P) Suwandi, mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan tim dan armada udara untuk proses pencarian pesawat tersebut hari ini.

Lima pesawat yang akan digunakan dalam pencarian adalah berasal dari Mission Aviation Fellowship (MAF), Associated Mission Aviation (AMA),Yayasan Jasa Aviasi Indonesia (Yajasi), twin otter milik Merpati dan Cassa TNI AU. Rencananya pencarian dimulai pukul 07.00 pagi WIT. ”Kita doakan supaya besok cuaca cerah dan tidak ada halangan untuk pencarian,” ujarnya di Jayapura kemarin. Adapun upaya pencarian lewat jalur darat tetap dilakukan dengan melibatkan unsurunsur terkait seperti Badan SAR Nasional (Basarnas) dan masyarakat.

Menurutnya, hingga tadi malam tim SAR belum mengetahui dengan pasti lokasi jatuhnya pesawat twin otter milik Merpati itu. Juru bicara Merpati Sukandi mengatakan, pencarian pesawat sebenarnya sudah dimulai kemarin.Namun,tim SAR menghentikan sementara pencarian pada pukul 20.00 lantaran cuaca yang mulai gelap membuat jarak pandang terbatas. Berdasarkan analisis tim SAR setelah mengikuti rute pesawat bernomor MZ 9760 itu, terdapat empat titik yang diduga tempat pesawat mendarat darurat.

Empat titik itu merupakan lokasi yang paling aman untuk mendarat pada rute yang dilalui pesawat tersebut. Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan (Dephub) Bambang Ervan mengatakan,Dephub akan bekerja sama dengan Merpati dan instansi terkait untuk melacak keberadaan pesawat itu. Menurut Bambang, semua pihak untuk sementara fokus pada upaya pelacakan. Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru akan diterjunkan setelah pesawat dinyatakan mengalami kecelakaan dan ditemukan.

Juru bicara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) JA Barata mengatakan, apabila pesawat sudah ditemukan dan positif mengalami kecelakaan, KNKT akan masuk melakukan penyelidikan. ”Kalau sekarang masih dalam tahap pencarian sehingga KNKT belum terjun. Setelah proses pencarian dan evakuasi selesai, biasanya baru KNKT melakukan tugas,”ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini KNKT baru sebatas mencatat data-data awal seperti jam keberangkatanpesawatdankontak terakhir.Data ini akan dijadikan sebagai bahan penyelidikan untuk tahap lanjut dan menggambarkan situasi kejadian. Dia menambahkan, apabila nantinya lokasi pesawat mudah dijangkau,KNKT akan melakukan penyelidikan langsung di lapangan.Namun, apabila medan sangat berat, KNKT cukup mengambil bahan atau bagian dari pesawat yang dapat dijadikan bahan penyelidikan seperti kotak hitam.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) Herry Bhakti S Gumay mengatakan, Dephub mengevaluasi standar keselamatan penerbangan di wilayah Papua. Hal ini dilakukan lantaran di Papua kerap terjadi kecelakaan penerbangan. ”Standar keselamatan sedang kita evaluasi dan sekarang sedang berjalan,”ungkapnya. Dia menjelaskan,Papua merupakan wilayah penerbangan yang berat lantaran banyak pegunungan.

Karena itu,berbagai hal seperti fasilitas penerbangan dan sistem operasi akan kembali dievaluasi pemerintah. Di Papua memang kerap terjadi kecelakaan pesawat.April lalu saja terjadi dua kecelakaanpesawatyangmenelankorban jiwa. Pada 9 April 2009,pesawat milik maskapai Aviastar jatuh di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.Kejadian ini menewaskan enam awak pesawat.

Kemudian pada 17 April 2009,pesawat Pilatus PC-6 milik Mimika Air jatuh dalam penerbangan dari Distrik Ilaga menuju Mulia,ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Sembilan penumpang dan dua awak pesawat tewas. (arif dwi cahyono/ant)