VALAS

Kurs

Jual

Beli

USD

9425.00

9125.00

SGD

7532.20

7263.20

AUD

9446.65

9109.65

JPY

118.37

113.45

14 Mei 2012 / 11:23 WIB
 
Ekspor ke China Paling Optimistis PDF Print
Sunday, 02 August 2009
SELAMAenam bulan ke depan kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) optimistis bisa meningkatkan kegiatan ekspor.UKM yang melakukan perdagangan dengan China paling optimistis.


Hasil survei HSBC Commercial Banking Juli 2009,kalangan responden UKM di Indonesia optimistis akan mampu meningkatkan ekspor pada kuartal II/2009 ini.Riset yang bertajuk “Emerging Markets Small Business Confidence Monitor”ini mengungkapkan, UKM di Indonesia yang melakukan perdagangan dengan China adalah yang paling optimistis.

Di mana 30% responden mengharapkan peningkatan volume perdagangan hingga 20%.Sementara untuk perdagangan dengan negara-negara lain di Asia,75% responden mengharapkan volume perdagangan tetap atau meningkat. Dalam survei ini terungkap bahwa responden UKM yang melakukan perdagangan dengan China paling optimistis dibandingkan responden yang melakukan perdagangan dengan negara lain.

Sebanyak 44% responden menyatakan setidaknya volume perdagangan dengan China tetap atau tidak menurun. Sementara 30% menyatakan volume perdagangan bisa meningkat hingga 20%.Di sisi lain hanya 19% responden menyatakan volume perdagangan menurun sekitar 20% dan 7% responden menyatakan penurunan lebih dari 20%. Selain itu,UKM yang melakukan perdagangan dengan negaranegara lain di Asia menunjukkan hasil serupa.Sebanyak 47% responden UKM menyatakan volume perdagangan tetap.

Kemudian 22% responden peningkatan volume sekitar 20%,6% responden menyatakan peningkatan volume lebih dari 20%.Sebanyak 22% responden yang pesimistis menyatakan volume perdagangan bisa menurun hingga 20% dan 3% menyatakan penurunan bisa lebih dari 20%. Berdasarkan data Departemen Perindustrian,China menempati urutan keempat negara tujuan ekspor Indonesia hingga 2008.Pada 2008,volume ekspor Indonesia ke China sebesar USD7,7 miliar yang mengalami tren peningkatan 24% dibandingkan 2007 yang senilai USD6,6 miliar.

Volume terbesar adalah negara tujuan Jepang dengan nilai USD13,7 miliar.Kemudian diikuti Amerika Serikat USD12,5 miliar,Singapura USD10,1 miliar,di bawah China ada India dengan nilai volume ekspor sebesar USD7,06 miliar.Malaysia menempati urutan ketujuh dengan nilai volume USD5,9 miliar,diikuti Korea Selatan dengan nilai USD4,6 miliar,Belanda (USD3,8 miliar), Thailand (USD3,2 miliar),dan Taiwan (USD2,9 miliar). Ekspor ke luar negeri bagi UKM merupakan hal yang sangat menjanjikan. Maka tidak heran jika beberapa lembaga mencoba untuk memfasilitasi UKM agar terbiasa serta membuka jaringan dengan negara lain.

Salah satunya dilakukan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM (Kemenegkop dan KUKM) dengan cara terus melakukan usaha untuk memfasilitasi hal ini.Saat ini Kemenegkop dan UKM merintis ekspor komoditas usaha kecil menengah (UKM) Indonesia ke berbagai negara Eropa melalui Uganda.

Seperti yang disampaikan Deputi Bidang Restrukturisasi Pengembangan Usaha Kemenegkop dan UKM Choirul Djamhari sebagaimana yang diberitakan Antara(15/7) bahwa pihaknya telah mematangkan pembicaraan kerja sama tersebut bersama Kedutaan Besar Uganda di Jakarta.“Uganda membutuhkan empat komoditas yang pemasarannya sangat laku keras yakni garmen,madu,kulit,dan furnitur,baik dalam bentuk produk jadi maupun setengah jadi.Di Uganda komoditas itu belum tersedia optimal,”ujar Choirul Djamhari baru-baru ini.

Uganda mempunyai posisi strategis karena memiliki perjanjian pembebasan biaya tarif dan nontarif dengan Uni Eropa.Karena itu, Uganda bisa menjadi pintu gerbang bagi Indonesia untuk memasarkan produk UKM berbasis ekspor.“Mereka bisa menjadi transitory point dalam ekspor produk UKM kita menuju negara-negara Eropa serta Afrika,”ungkap Choirul.

Menurut data Departemen Perdagangan,transaksi perdagangan antara Indonesia dan Uganda berupa komoditas nonmigas.Nilai total perdagangan pada 2008 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu dari USD9,31 miliar menjadi 11,58 miliar.Dari perdagangan ini,nilai ekspor lebih besar daripada impor.Pada 2008 nilai ekspor ke Uganda sebesar UGD7,18 miliar.

Selain Kemenegkop,Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) juga mendorong UKM melalukan ekspor melalui e-commerce (transaksi online) dengan memfasilitasi 250 UKM ekspor masuk situs Alibaba.com.“Pengusaha yang akan BPEN pilih adalah UKM yang berprestasi seperti penerima export award,seal of excellenceuntuk diprioritaskan masuk ke Alibaba.com,”kata Kepala BPEN Bachrul Chairi seusai penandatanganan naskah kerja sama dengan Alibaba.com (26/7). Melalui Alibaba.com,UKM akan mudah melakukan promosi secara online.

Selanjutnya,BPEN akan menyediakan biaya bagi UKM lain yang ingin ikut berdagang secara online.Dengan kerja sama ini, menurut perwakilan Alibaba.com Timothy Leung 250,UKM ekspor Indonesia bisa melakukan promosi melalui situsnya kepada 40 juta perusahaan anggota Alibaba.com.Saat ini jumlah perusahaan Indonesia yang terdaftar di Alibaba.com sebanyak 250.000 atau naik 100% dibanding tahun lalu.“Kami harap akan bertambah perusahaan Indonesia yang bisa ekspor ke luar negeri,”ujarnya.

Selama ini ekspor ke luar negeri memang bukan suatu hal yang biasa dilakukan UKM.Jika terjadi transaksi dalam ekspor oleh UKM hanya 20% yang dilakukan langsung ke negeri tujuan,sisanya melalui perantara.

“Kondisi ini yang harus diubah agar UKM tak bergantung perantara pada pemasaran ekspornya,”kata Edi Putra Irawan,Deputi Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Perekonomian. (abdul malik/islahuddin/faizin aslam)